Fakta Nasional

Harga Minyakita Tembus Rp20 Ribu: Posisi Wamenko Pangan Baru Dianggap Mubazir?

FAKTANASIONAL.NET - Kinerja sektor pangan di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan (Zulhas) kini menjadi sorotan tajam setelah harga Minyakita dilaporkan melonjak hingga Rp20.000 per liter. Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai situasi…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 16 May 2026 📖 1 menit
Harga Minyakita Tembus Rp20 Ribu: Posisi Wamenko Pangan Baru Dianggap Mubazir?
Ilustrasi Minyakita(fin)

FAKTANASIONAL.NET - Kinerja sektor pangan di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan (Zulhas) kini menjadi sorotan tajam setelah harga Minyakita dilaporkan melonjak hingga Rp20.000 per liter.

Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai situasi ini sebagai ironi, mengingat posisi tersebut seharusnya menjadi ujung tombak kestabilan harga kebutuhan pokok.

Mengutip dari RMOL (14/5/2026), Efriza menyebut bahwa penunjukan Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan oleh Presiden Prabowo Subianto bisa dianggap percuma oleh publik jika distribusi minyak goreng subsidi masih kacau.

Ketidakmampuan menjaga harga eceran tertinggi (HET) Minyakita diprediksi akan memberikan dampak domino pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo.

Menurut Efriza, kegagalan dalam mengawasi distribusi kebutuhan dasar mencerminkan rendahnya sensitivitas kebijakan terhadap rakyat kecil. Jika tren kenaikan harga ini terus berlanjut, sentimen negatif masyarakat akan semakin menguat.

Lebih jauh lagi, kegagalan tata kelola pangan ini dikhawatirkan bakal merusak narasi besar swasembada pangan yang diusung oleh pemerintah.

Publik tidak akan lagi melihat perombakan kabinet atau penambahan kursi wamen sebagai solusi konkret jika stabilitas harga di pasar tradisional tidak segera terwujud.

Fokus pemerintah kini diuji: apakah mampu menghadirkan aksi nyata atau hanya sekadar menambah struktur birokrasi tanpa hasil yang dirasakan rakyat.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK