Ka tidak menolak opsi ekspor, namun menetapkan syarat ketat agar kesejahteraan petani lokal tidak dikorbankan. “Kita jual kepada mereka, tapi harganya yang oke lah. Jangan petani kita jadi korban,” tegasnya untuk memproteksi rakyat.
Atensi khusus kemudian diarahkan langsung kepada Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani. Dari atas mimbar, Prabowo menuntut kehati-hatian penuh agar instansi itu tidak sembrono dalam mematok harga ekspor.
“Dirut Bulog mana? Jangan jual terlalu murah ya. Jangan ngetok, tapi jangan jual terlalu murah,” sentil Prabowo, menekankan urgensi mengamankan perut rakyat Indonesia terlebih dahulu.
Di balik pesan serius tersebut, Presiden menyempatkan diri menyisipkan kritik satir terkait negosiasi internasional. Ia menyinggung ironi adanya negara pembeli yang masih bermanuver meminta potongan harga besar-besaran di tengah situasi darurat pangan dunia.
“Ada juga yang mau beli beras habis itu minta korting, korting banyak-banyak kortingnya,” selorohnya yang sontak memancing gelak tawa riuh dari para hadirin.[dit]











