Rupiah Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah di Level Rp17.676, Menkeu: Kondisinya Beda dengan 1998!

/(ilustrasi/@pixabay

“Kita juga akan masuk ke bond market mulai hari ini. Minggu lalu udah masuk, tapi hanya sedikit. Mulai hari ini akan kita masuk dengan lebih signifikan lagi, sehingga pasar obligasinya terkendali,” papar Purbaya.

Melalui strategi ini, pemerintah berharap dapat memberikan kepastian dan menyuntikkan sentimen positif bagi para investor portofolio, khususnya asing.

“Asing yang pegang obligasi nggak keluar, karena takut misalnya ada capital loss gara-gara harga obligasi turun. Itu akan bisa membantu pergerakan rupiah sedikit,” urai Menkeu.

Rupiah Lewati Rekor Terlemah Krismon 1998

Tekanan terhadap mata uang domestik memang kian nyata dalam lantai perdagangan awal pekan ini. Pada Senin (18/5/2026) siang, nilai tukar Rupiah terpantau terus tergerus hingga nyaris menyentuh level Rp17.700 per dolar AS.

Berdasarkan data kompilasi pasar spot dari Bloomberg hingga pukul 12.00 WIB, mata uang Garuda bertengger di posisi Rp17.676 per dolar AS.

Posisi ini mencerminkan pelemahan sebesar 80 poin atau anjlok 0,45 persen jika dibandingkan dengan harga penutupan pada hari perdagangan sebelumnya.

Rapor merah ini semakin memperparah posisi pembukaan pasar pada pagi hari yang sebelumnya sudah terkoreksi di level Rp17.630 per dolar AS (turun 33 poin).

Secara nominal, angka Rp17.676 per dolar AS ini secara resmi telah melampaui titik terendah saat puncaknya krisis moneter (krismon) 1998 silam, di mana kala itu nilai tukar Rupiah sempat terpuruk ke kisaran Rp16.800 per dolar AS.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Lantik Robert Leonard Marbun Jadi Sekjen Kemenkeu Baru!

Exit mobile version