-
Gandum dan Meslin Komoditas ini hampir sepenuhnya didatangkan dari luar negeri untuk memasok kebutuhan industri tepung terigu nasional. Pelemahan rupiah akan langsung mendongkrak biaya produksi hulu, yang berpotensi memicu kenaikan harga produk turunannya yang akrab dengan masyarakat, seperti mi instan dan roti.
-
Gula Indonesia masih mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi rumah tangga maupun gula mentah (raw sugar) untuk keperluan industri. Lonjakan biaya impor dipastikan akan memengaruhi harga eceran gula di pasaran.
-
Kedelai Sebagai bahan baku utama pembuatan tahu dan tempe—makanan favorit masyarakat Indonesia—kedelai sebagian besar masih didatangkan dari luar negeri. Melemahnya rupiah berisiko membuat harga beli kedelai melonjak dan menekan para pengrajin tahu-tempe lokal.
-
Bawang Putih Hampir seluruh kebutuhan bawang putih nasional dipenuhi melalui jalur impor. Karakteristik pasar yang sangat bergantung pada luar negeri ini membuatnya menjadi salah satu komoditas yang paling sensitif terhadap perubahan nilai tukar rupiah.
-
Daging Sapi Porsi pasokan daging sapi dari luar negeri untuk pasar domestik masih terhitung besar. Ketika nilai tukar dolar AS menguat, harga tebus daging sapi impor di tingkat jagal diprediksi akan ikut terdongkrak naik.
-
Susu Pemenuhan kebutuhan susu nasional, khususnya untuk bahan baku susu bubuk industri, masih memiliki ketergantungan yang tinggi pada impor. Kondisi kurs saat ini dapat memicu penyesuaian harga pada produk-produk olahan susu.
-
Kakao Meskipun Indonesia dikenal sebagai salah satu negara produsen kakao, beberapa kebutuhan spesifikasi untuk industri pengolahan cokelat tertentu tetap harus diimpor, sehingga tetap rentan terhadap fluktuasi kurs.
-
Ikan Beberapa jenis ikan komersial tertentu masih harus diimpor untuk melengkapi kebutuhan pasar domestik, terutama jenis ikan yang produksinya belum optimal di dalam negeri.
-
Tembakau Industri manufaktur rokok nasional untuk segmen tertentu masih memanfaatkan campuran tembakau impor. Melemahnya mata uang rupiah otomatis akan menaikkan biaya produksi rokok di tingkat pabrikan.
-
Beras Dalam situasi dan kondisi tertentu, pemerintah masih melakukan impor beras guna memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan menjaga stabilitas stok. Jika rupiah melemah, beban biaya pengadaan beras dari luar negeri akan membengkak dan berpotensi memengaruhi psikologis harga beras di pasar domestik.
Pemerintah bersama para pelaku usaha kini diharapkan segera merumuskan langkah mitigasi yang tepat guna meredam dampak kenaikan harga pangan impor ini, sekaligus mempercepat program substitusi lokal demi menjaga daya beli masyarakat.










