Daerah  

Gali Potensi Ekonomi Kreatif, Pemprov DKI Jakarta Pelajari Manajemen Event ke Cannes Prancis

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno berbincang dengan Wakil Wali Kota Cannes Thomas Pariente saat melakukan kunjungan kerja di Hôtel de Ville de Cannes, Prancis. Pertemuan tersebut membahas strategi pengembangan manajemen festival internasional untuk diimplementasikan di Jakarta sebagai penggerak baru ekonomi daerah./Dok.Website Viator

“Kami bangga karena Cannes Film Festival merupakan festival terbesar ketiga di dunia setelah Olimpiade dan Piala Dunia FIFA,” jelas Thomas Pariente.

Diversifikasi Event dan Dampak Terhadap Hospitality

Thomas menambahkan, Cannes tidak sekadar bertumpu pada satu festival film utama saja.

Kota ini secara aktif mendiversifikasi agenda tahunan mereka dengan rutin menggelar festival musik, pameran industri televisi berskala global, konferensi internasional, hingga festival kapal pesiar (yacht) mewah.

Salah satu agenda masif yang rutin digelar setiap musim panas pada bulan Juni adalah festival musik berdurasi lima hari.

Agenda ini dilaporkan sukses menarik sekitar 15 ribu pelancong global serta memicu dampak perputaran ekonomi hingga mencapai 160 juta euro atau berkisar Rp3,2 triliun.

Bagi jajaran Pemprov DKI Jakarta, keberhasilan tata kelola kota Cannes menjadi referensi penting bahwa industri kreatif dan manajemen event yang terintegrasi mampu menghidupkan sektor pendukung lainnya seperti perhotelan (hospitality), transportasi, kuliner, dan media penyiaran di wilayah perkotaan.

Merespons potensi tersebut, Rano Karno berharap penjajakan ini dapat ditindaklanjuti ke arah kerja sama konkret antara Jakarta dan Cannes, tidak sekadar transfer pengetahuan normatif, melainkan membuka peluang investasi konten kreatif hingga program pelatihan manajemen event standar dunia.

“Mereka punya universitas negeri hingga jenjang doktoral yang memungkinkan lulusannya memiliki jejaring dengan event-event internasional. Suatu saat Jakarta juga harus bisa,” kata Rano Karno.

Baca Juga: Revolusi Transportasi Jakarta: Setahun Gebrakan Pramono-Rano