Stok Beras Cetak Rekor 5,37 Juta Ton, Indonesia Mulai Ekspor dan Jalankan Misi Kemanusiaan

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono (tengah), saat memberikan keterangan pers usai Raker bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026). Wamentan memaparkan capaian rekor stok beras nasional yang menembus 5,37 juta ton, yang kini memungkinkan Indonesia melakukan ekspor dan pengiriman bantuan kemanusiaan ke luar negeri. (Foto: Dok. Kementan)

“Kita prediksi stok akhir Desember 2026 tetap di kisaran 5 juta ton, bisa sedikit di bawah atau di atas. Karena produksi terus berjalan dan kebutuhan juga tetap ada,” jelasnya.

Dari aspek hulu, kinerja produksi beras nasional sepanjang tahun 2025 tercatat mencapai 34,69 juta ton. Angka ini melonjak 4,07 juta ton atau naik sekitar 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Mengingat konsumsi domestik berada di kisaran 2,5 hingga 2,6 juta ton per bulan, Indonesia memiliki ruang yang sangat longgar untuk bermain di pasar ekspor tanpa perlu khawatir akan stabilitas pasokan dalam negeri.

Menjajaki Pasar Baru Sesuai Arahan Presiden

Saat ini, Kementerian Pertanian tengah aktif menjajaki kerja sama dagang dengan sejumlah negara baru yang potensial menjadi pasar ekspor beras Indonesia.

“Kami sudah melakukan penjajakan dengan beberapa negara. Ekspor tentu harus dihitung secara komersial, mulai dari harga hingga jumlahnya. Saat ini tinggal proses business to business dan penyelesaian kesepakatan,” tuturnya.

Langkah ekspansif ini dinilai sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia mengambil peran aktif membantu negara-negara sahabat yang sedang didera krisis pangan, baik akibat konflik bersenjata, hambatan logistik global, maupun dampak perubahan iklim.

“Kalau kita mampu, maka kita harus siap membantu negara sahabat yang membutuhkan,” ucap Sudaryono.

Ia mengibaratkan kebijakan ekspor beras ini serupa dengan langkah Indonesia yang sebelumnya sukses mengekspor pupuk urea untuk menyokong kebutuhan pertanian di beberapa negara.

“Kalau kita punya stok lebih dan ada negara yang membutuhkan, tentu kita bantu,” pungkasnya.

Baca Juga: Wamen Pertanian Sudaryono Tegaskan Lartas Impor Singkong untuk Lindungi Petani