“Target pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen memang menantang, tetapi sangat mungkin dicapai apabila industrialisasi nasional berjalan konsisten, hilirisasi diperluas, investasi dipermudah, dan penciptaan lapangan kerja formal dipercepat. Indonesia memiliki modal pasar nasional yang besar, bonus demografi, serta sumber daya alam strategis yang menjadi kekuatan utama,” urai Bamsoet.
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perdagangan Barang Distributor Keagenan dan Industri (Ardindo) Indonesia dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini juga menyoroti perhatian pemerintah terhadap indikator kesejahteraan sosial dalam sasaran pembangunan tahun 2027.
Pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan turun hingga kisaran 6 sampai 6,5 persen, pengangguran terbuka ditekan menjadi 4,30 hingga 4,87 persen, serta rasio gini berada di level 0,362 sampai 0,367.
Menurut Bamsoet, arah kebijakan tersebut memperlihatkan pembangunan ekonomi tidak semata mengejar angka pertumbuhan, melainkan memastikan distribusi kesejahteraan lebih merata.
Apalagi ketimpangan sosial dan tekanan biaya hidup masih menjadi tantangan di berbagai daerah akibat dampak inflasi pangan dan pelemahan ekonomi global.
“Yang paling penting dari pertumbuhan ekonomi adalah dampaknya terhadap kehidupan rakyat. Ketika kemiskinan turun, pengangguran berkurang, dan lapangan kerja formal meningkat, di situlah keberhasilan pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” jelas Bamsoet.
Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjajaran ini menambahkan, arah kebijakan APBN 2027 harus mampu memperkuat ketahanan pangan, energi, dan industri nasional.
Target lifting minyak mentah sebesar 602-615 ribu barel per hari serta lifting gas bumi 934-977 ribu barel setara minyak per hari harus diikuti percepatan investasi sektor energi nasional.
Menurut Bamsoet, ketahanan energi menjadi isu strategis karena dunia masih menghadapi fluktuasi harga minyak global yang sangat dipengaruhi konflik geopolitik di Timur Tengah dan ketegangan rantai pasok energi internasional.
“Pemerintah harus memastikan APBN 2027 menjadi instrumen yang memperkuat kemandirian nasional, baik di sektor pangan, energi, industri maupun sumber daya manusia. Ketahanan ekonomi bangsa hanya dapat tercapai apabila Indonesia mampu berdiri di atas kekuatannya sendiri,” pungkas Bamsoet.
