Jika tahapan penting ini terlewat, muncul sebuah legenda urban yang mencekam; arwah yang terperangkap akan mendatangi pemukiman lalu mengetuk pintu rumah warga menggunakan kepalanya demi meminta kebebasan.
Kisah horor ini mencapai puncak popularitasnya pada dekade 1970 hingga 1980-an melalui berbagai cerita tutur masyarakat.
Kisah yang paling melegenda adalah kemunculan Pocong Sukowati di daerah Temanggung pada tahun 1973, disusul oleh rentetan teror mistis yang sempat menggegerkan warga Bandung di era yang sama.
Seiring bergulirnya peradaban, eksistensi hantu berbalut kain ini mengalami evolusi yang amat mencolok di kancah media modern. Sebelum era reformasi, karakter pocong lazimnya hanya mengambil peran figuran minor dalam literatur horor lokal.
Namun, tren ini berubah total semenjak tahun 2000-an. Karakter tersebut mulai mendominasi industri perfilman Indonesia, yang sekaligus sukses mengubah persepsi visual publik dari sekadar entitas pelompat pencari bantuan, menjadi ikon horor budaya pop arus utama yang terus bertahan dan ditakuti.[dit]
