Tinjau Masjidil Haram, Menhaj Gus Irfan Apresiasi Petugas Sigap Layani Jemaah Haji Lansia Usia 80 Tahun

Ilustrasi jemaah haji - Timwas DPR mendesak pemerintah segera membentuk lembaga resmi di bawah Kemenhaj untuk mengelola badal haji dan mengantisipasi lonjakan kebutuhan akibat pengetatan syarat istitaah kesehatan jemaah./Foto : Istimewa

“Kita akan selalu mengevaluasi. Kelebihan yang ada kita pertahankan dan kita tingkatkan, sementara kekurangan kita tutup dan perbaiki. Hal itu yang harus terus dilakukan,” ujar Gus Irfan.

Imbauan Terkait Rekayasa Bus Menjelang Puncak Arafah

Di sisi lain, menanggapi laporan mengenai dinamika antrean panjang serta penumpukan bus pencarter di sejumlah terminal transit maktab, Menhaj mengimbau agar seluruh jemaah haji Indonesia tetap tenang dan tidak panik.

Ia meluruskan bahwa hambatan pergerakan armada tersebut murni merupakan imbas dari kebijakan sterilisasi dan rekayasa arus lalu lintas berskala besar yang diterapkan oleh otoritas Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menjelang fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Menjelang Arafah ada rekayasa lalu lintas yang dilakukan Pemerintah Saudi, sehingga beberapa bus harus berputar-putar. Kami memaklumi keterlambatan tersebut, namun kami pastikan dan upayakan secara maksimal seluruh jemaah tetap terangkut kembali ke hotelnya masing-masing dengan aman,” pungkas Gus Irfan menutup keterangannya.

Baca Juga: Satgas Mulai Tindak Jemaah Haji Ilegal, Sanksi Deportasi 10 Tahun Menanti

Exit mobile version