Wabah Ebola di Kongo dan Uganda Memanas, CDC Pastikan Risiko di Amerika Masih Rendah

Wabah Ebola di Kongo dan Uganda Memanas, CDC Pastikan Risiko di Amerika Masih Rendah/(pixabay)

Virus ini tidak ditularkan lewat udara terbuka atau sekadar berpapasan, melainkan wajib melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita. Di saat yang sama, pengawasan ketat 24 jam di seluruh titik masuk pelabuhan dan bandara Amerika telah aktif beroperasi penuh guna mencegat potensi masuknya virus dari luar negeri.

Salah satu tantangan terberat dalam penanganan wabah kali ini adalah jenis strain yang menyebar. Pihak CDC mengakui bahwa hingga detik ini belum ada satupun vaksin resmi yang disetujui secara klinis untuk menangkal strain Ebola Bundibugyo yang tengah mengganas.

Sebagai respons, pemerintah Amerika bersama berbagai mitra kesehatan internasional sedang mengkaji penggunaan vaksin eksperimental serta terapi antibodi monoklonal untuk menekan angka fatalitas di daerah episentrum wabah.

Selain kendala medis, masalah keamanan dan sosial juga menjadi rintangan nyata. Puluhan ahli epidemiologi dan tenaga laboratorium CDC terpaksa tidak dapat terjun langsung ke jantung wabah akibat kondisi keamanan wilayah yang tidak stabil. Mereka beroperasi melalui organisasi mitra di garda terdepan.

Dr. Pillai menutup laporannya dengan menyatakan bahwa membangun kepercayaan warga lokal di Kongo dan Uganda adalah kunci mutlak; tanpa kerja sama komunitas untuk mencari pengobatan medis, wabah ini akan jauh lebih sulit untuk dikendalikan.[dit]