Negara Tidak Kompromi: Kementan dan Satgas Pangan Bongkar Jaringan Kartel Pangan, Pupuk Palsu, hingga Sawit Ilegal

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah) memberikan keterangan pers terkait komitmen pembersihan mafia pangan, pupuk, dan penguasaan lahan ilegal di Jakarta. Hingga Mei 2026, Kementan bersama Satgas Pangan Polri terus mengencangkan penindakan tanpa pandang bulu, termasuk menyeret kartel besar dan oknum internal demi melindungi petani serta konsumen./net.

Vonis Triliunan Wilmar Group dan Pesan untuk Rakyat

Ketegasan hukum ini memuncak pada putusan Mahkamah Agung yang menyatakan Wilmar Group bersalah dalam kasus korupsi fasilitas ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan minyak goreng.

Perusahaan diwajibkan membayar denda Rp1 miliar serta menyerahkan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp11,88 triliun yang kini telah disita Kejaksaan Agung.

Melalui Satgas PKH, anak usahanya yakni PT Multimas Nabati Asahan dan PT Sinar Alam Permai juga dijatuhi denda masing-masing Rp8,02 miliar dan Rp3,37 miliar atas penanaman sawit ilegal di kawasan hutan.

Menanggapi berbagai narasi yang beredar di media sosial, Mentan Amran menyampaikan pesan terbuka agar masyarakat jeli dan tetap mendukung langkah penegakan hukum ini.

“Jangan salah memilih kawan. Saya di pihak yang sama dengan rakyat. Kita merah putih. Lawan bersama para mafia pangan dan koruptor,” cetus Amran.

Komitmen perang total ini kembali ia gaungkan langsung dari Tanah Suci di sela pelaksanaan ibadah haji pada Sabtu (23/5/2026). Mentan mendoakan keberkahan bagi pertanian Indonesia sekaligus menegaskan bahwa operasi pembersihan ini masih jauh dari kata selesai.

“Di Tanah Suci ini kami memanjatkan doa untuk bangsa dan rakyat Indonesia. Semoga pertanian kita semakin kuat, petani semakin sejahtera, negeri ini dijauhkan dari praktik korupsi dan mafia yang merugikan rakyat. Kami akan terus berjuang, tidak mundur, menjaga pangan dan kepentingan rakyat Indonesia,” ujar Amran.

Sebagai anggota satgas penegakan hukum lintas sektor yang memegang mandat penuh dari Presiden Prabowo, Mentan Amran menutup dengan sebuah peringatan keras bagi para pelaku yang belum tertangkap:

“Satu-satu dulu. Tunggu — ada lagi yang lain. Yang lain, kamu akan menyusul,” pungkasnya.

Baca Juga: Amankan Lumbung Pangan, Kementan dan Pemprov Jabar Siapkan Pompanisasi Hadapi Kemarau Panjang 2026

Exit mobile version