Fakta Nasional

CBA Desak Prabowo Copot Dirut PLN Usai Blackout Sumatera

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pemadaman listrik massal yang kembali melanda sejumlah wilayah di Sumatera seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, hingga Lampung menjadi sorotan. Kritik ekstra keras muncul dari Direktur Eks…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: M. Sahlan Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 24 May 2026 📖 2 menit
CBA Desak Prabowo Copot Dirut PLN Usai Blackout Sumatera
PLN berhasil membukukan total pendapatan Rp582,68 triliun pada tahun buku 2025 yang didorong oleh pertumbuhan konsumsi listrik nasional serta komitmen pemerataan akses energi ke seluruh pelosok tanah air./(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pemadaman listrik massal yang kembali melanda sejumlah wilayah di Sumatera seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, hingga Lampung menjadi sorotan.

Kritik ekstra keras muncul dari Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi. Ia menilai kejadian tersebut bukan lagi sekadar gangguan teknis biasa, melainkan cerminan lemahnya tata kelola dan kegagalan kepemimpinan di tubuh PT PLN (Persero).

Menurut Uchok Sky, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dan jajaran komisaris tidak cukup hanya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas blackout yang terjadi di berbagai wilayah Sumatera.

“Darmawan Prasodjo seolah menganggap semua cukup selesai hanya dengan sepucuk surat permohonan maaf. Seolah kata ‘maaf’ itu punya kekuatan ajaib yang bisa menyalakan ribuan lampu kembali, atau memulihkan kerugian yang sudah terjadi,” ujar Uchok Sky dalam keterangannya, Minggu (24/5/2026).

Ia menegaskan, jika Darmawan benar-benar memiliki jiwa kepemimpinan dan rasa tanggung jawab, maka seharusnya berani mengambil sikap dengan mundur dari jabatannya sebagai Dirut PLN.

“Pemadaman bergilir alias blackout ini bukan kejadian satu dua kali, tapi sudah menjadi langganan yang meresahkan. Dampaknya sangat luas terhadap aktivitas ekonomi, pelayanan publik, pendidikan hingga iklim investasi di Sumatera,” tegasnya.

Uchok Sky memaparkan, dampak blackout bukan hanya dirasakan rumah tangga, tetapi juga sektor-sektor vital seperti rumah sakit, UMKM hingga industri besar.

“Rumah sakit bisa terganggu pelayanan kritisnya, pelaku UMKM rugi karena dagangan rusak dan produksi berhenti, industri kehilangan miliaran rupiah, sekolah gagal menjalankan kegiatan belajar mengajar, dan investor makin ragu melihat kualitas layanan listrik di negeri ini,” katanya.

Ia juga menyindir keras jajaran pimpinan PLN yang dinilai hanya berlindung di balik permintaan maaf tanpa langkah nyata untuk memperbaiki sistem kelistrikan nasional.

“Semua pihak dirugikan, kecuali mungkin mereka yang duduk nyaman di kursi jabatan sambil terus meminta pengertian publik dan pura-pura minta maaf agar tidak dicopot dari kursi Dirut PLN,” sindirnya.

Karena itu, CBA mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera melakukan evaluasi total terhadap kepemimpinan PLN, termasuk mencopot Darmawan Prasodjo dari jabatannya.

“PLN membutuhkan penyegaran kepemimpinan baru. Presiden Prabowo harus segera mencopot Darmawan Prasodjo dari kursi Dirut PLN,” tegas Uchok Sky.

Bahkan, Uchok Sky mengingatkan bahwa jika Presiden Prabowo tetap mempertahankan Darmawan di tengah berulangnya blackout, maka hal tersebut dinilai sebagai bentuk pembiaran terhadap buruknya tata kelola kelistrikan nasional.

“Jika Presiden Prabowo tidak mencopot Darmawan Prasodjo dalam waktu dekat, itu sama saja membiarkan kegelapan dalam tanggung jawab kepemimpinan PLN. Artinya, jiwa kepemimpinan Prabowo juga ikut padam bersamaan dengan aliran listrik PLN,” pungkasnya.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK