Fakta Nasional

Gebrakan Pertamina Menuju Net Zero Emission 2060: Dari Bioetanol hingga Green Ammon

FAKTANASIONAL.NET - PT Pertamina (Persero) semakin agresif mematangkan peta jalan ekosistem energi dan mobilitas berkelanjutan demi mewujudkan target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada tahun 2060. Komitmen penuh ini diutarakan oleh Direktur Tran…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 24 May 2026 📖 1 menit
Gebrakan Pertamina Menuju Net Zero Emission 2060: Dari Bioetanol hingga Green Ammon
PT Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan armada tangki dan jam operasional depo untuk mempercepat penyaluran BBM guna mengantisipasi antrean di tingkat retail./Dok. Ist.

FAKTANASIONAL.NET - PT Pertamina (Persero) semakin agresif mematangkan peta jalan ekosistem energi dan mobilitas berkelanjutan demi mewujudkan target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada tahun 2060.

Komitmen penuh ini diutarakan oleh Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, saat mengisi forum Studium Generale Sustainability yang mengusung tema “Global Insights for Local Action: Bridging Academia and Industry in Energy Transition” di Universitas Pertamina, Jakarta, Kamis (21/5).

Agung menegaskan bahwa Pertamina terus memperkuat kesiapan teknologi serta sinergi antarsektor demi mendukung visi lingkungan di bawah era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Gelaran kuliah umum tersebut menjadi ruang krusial bagi bertemunya pemikiran akademisi global dengan realitas industri. Acting Rector Universitas Pertamina, Djoko Triyono, menggarisbawahi bahwa transisi energi bukan semata urusan pemerintah atau korporasi.

"Dibutuhkan kolaborasi erat antara akademisi, industri, pemerintah, dan masyarakat," jelas Djoko. Hal senada diungkapkan oleh Guru Besar University of Southern California (USC) Sol Price, Prof. Marlon Boarnet, yang turut hadir sebagai pembicara utama, dilansir dari CNBC.

Ia memaparkan betapa pentingnya peran biofuel dan drop-in fuels sebagai jembatan masa transisi. Lebih dari itu, transformasi hijau tak lagi sebatas wujud kepatuhan pada regulasi, tetapi merupakan kebutuhan mendesak peradaban industri global masa kini.

Pada tataran praktik, Pertamina telah mengeksekusi sejumlah langkah nyata. Di sektor transportasi darat, perseroan membangun pabrik bioetanol terintegrasi di wilayah Glenmore, Banyuwangi, guna memperkukuh ketahanan energi domestik, sekaligus menyiapkan ekosistem kendaraan listrik bersama Indonesia Battery Corporation (IBC).

Sementara itu, untuk moda transportasi laut yang kerap menantang dalam hal dekarbonisasi, Pertamina merintis inovasi dual fuel, implementasi green ammonia, hingga instalasi panel surya mandiri pada dek armada kapal mereka.

Tak ketinggalan, inovasi turut menyentuh langit melalui maskapai Pelita Air yang kini memelopori pemanfaatan Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis minyak jelantah, demi menekan laju emisi karbon di jagat aviasi.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK