Fakta Nasional

Kerugian Tembus Rp99 T, Mentan Amran Perintahkan Sikat Habis Mafia Beras Oplosan dan Spekulan Stok

FAKTANASIONAL.NET — Operasi pembersihan mafia pangan di tanah air memasuki babak baru. Pemerintah kini membidik dua praktik culas utama yang dinilai menjadi biang kerok rusaknya stabilitas harga pangan nasional: pengoplosan kualitas mutu dan rekayas…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 25 May 2026 📖 2 menit
Kerugian Tembus Rp99 T, Mentan Amran Perintahkan Sikat Habis Mafia Beras Oplosan dan Spekulan Stok
Kementan bersama Satgas Pangan Polri kini mengusut dugaan praktik kartel menyusul anomali penurunan harga domestik komoditas tersebut../net.

FAKTANASIONAL.NET — Operasi pembersihan mafia pangan di tanah air memasuki babak baru. Pemerintah kini membidik dua praktik culas utama yang dinilai menjadi biang kerok rusaknya stabilitas harga pangan nasional: pengoplosan kualitas mutu dan rekayasa stok barang.

Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, sedikitnya 260 kasus mafia pangan telah resmi diserahkan ke aparat penegak hukum dalam 10 bulan terakhir. Fokus penindakan kali ini diguyur penuh ke sektor komoditas beras, mengingat manipulasinya terbukti memicu kerugian ekonomi yang masif di tingkat konsumen.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku yang bermain di rantai pasok vital masyarakat ini.

“Lawan bersama para mafia pangan dan koruptor,” kata Amran tegas kepada media di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Baca Juga: Anatomi Korupsi Solar Subsidi: Cara Sistem Memberi Ruang Mafia

Skandal Pengoplosan Beras: 212 Merek Terbukti Palsu

Salah satu skandal terbesar yang berhasil dibongkar aparat adalah masifnya peredaran beras oplosan di masyarakat.

Berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap 268 sampel beras yang diambil dari 10 provinsi, ditemukan fakta mengejutkan sebanyak 212 merek beras premium dan medium terbukti memalsukan standar mutu serta berat bersih.

Tidak hanya itu, ratusan merek tersebut juga terbukti melanggar ketetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditentukan pemerintah.

  • Modus Operandi: Pelaku melakukan pengemasan ulang (repacking) beras subsidi SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) menjadi beras premium komersial dengan harga selangit.

  • Dampak Kerugian: Praktik pengalihan beras subsidi ini diperkirakan memicu potensi kerugian raksasa bagi konsumen hingga Rp99,35 triliun per tahun.

Anomali Cipinang: Taktik Culas Manipulasi Stok

Selain pemalsuan produk, Satgas Pangan Polri saat ini tengah memburu aksi spekulasi stok yang sengaja dimainkan oleh para tengkulak (middleman).

Indikasi permainan stok ini menguat setelah ditemukannya anomali distribusi yang sangat ekstrem di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC). Dalam satu hari, angka pengeluaran beras melonjak drastis hingga 11.410 ton.

Padahal, rata-rata pengeluaran normal di pasar induk tersebut hanya berkisar antara 2.000 hingga 3.000 ton per hari.

Lonjakan tak wajar tersebut diduga kuat sebagai strategi penimbunan dan manipulasi ketersediaan barang di gudang-gudang tertentu untuk menciptakan kelangkaan semu, sehingga para spekulan dapat mendikte harga tinggi di pasar konsumen.

Pemerintah memastikan langkah hukum akan diambil tanpa pandang bulu terhadap siapa saja yang sengaja menyengsarakan masyarakat demi keuntungan sepihak.

“Tidak boleh kompromi, pidanakan. Kita penjarakan pihak yang bikin susah negara,” pungkas Amran.

Baca Juga: Hukuman Pidana Penjara Menanti Para Mafia Tambang Bauksit Kalbar


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK