Fakta Nasional

Anggaran Rekonstruksi Sumatera Rp100 Triliun Aman, Menkeu Purbaya Janji Cairkan Cepat dan Siap Jemput Bola

FAKTANASIONAL.NET — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa pemerintah telah mengamankan anggaran rekonstruksi pascabencana di Sumatera senilai Rp100 triliun. Dana jumbo untuk pemulihan infrastruktur dan ekonomi tersebut bahk…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 26 May 2026 📖 2 menit
Anggaran Rekonstruksi Sumatera Rp100 Triliun Aman, Menkeu Purbaya Janji Cairkan Cepat dan Siap Jemput Bola
Kementerian Keuangan menyatakan akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kebijakan penarikan PPh final 5 persen untuk pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT) di atas Rp50 juta menyusul adanya desakan dari serikat buruh./net.
) -->

FAKTANASIONAL.NET  — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa pemerintah telah mengamankan anggaran rekonstruksi pascabencana di Sumatera senilai Rp100 triliun.

Dana jumbo untuk pemulihan infrastruktur dan ekonomi tersebut bahkan sudah mulai dicadangkan secara bertahap sejak akhir tahun lalu.

“Dari akhir tahun lalu kita sudah siapkan Rp60 triliun. Ternyata tahun ini yang dipakai lebih sedikit karena pembangunannya dibagi dalam tiga tahap,” ujar Purbaya, dikutip Selasa (26/5).

Baca Juga: Purbaya Yudhi Sadewa “Bersih-Bersih” Kemenkeu: Direktur Jenderal Dicopot!

Purbaya menegaskan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berkomitmen penuh untuk mencairkan anggaran tersebut sesegera mungkin, asalkan seluruh dokumen pengajuan dari kementerian dan lembaga (K/L) terkait sudah dinyatakan lengkap sesuai prosedur.

“Kalau dokumennya lengkap, kami keluarkan secepatnya,” tegas Menkeu.

Ubah Pola Proaktif, Kemenkeu Siap Kirim Tim Lapangan

Guna menghindari birokrasi yang berbelit-belit dalam penanganan kebencanaan, Purbaya kini menginstruksikan jajarannya di Kemenkeu untuk menerapkan pola kerja yang lebih proaktif dan responsif. Kemenkeu tidak lagi sekadar menunggu, melainkan akan aktif menghubungi K/L pemohon jika ditemukan adanya kekurangan berkas administrasi.

“Kalau ada pengajuan anggaran terkait bencana dan dokumennya kurang, kementerian atau lembaganya langsung ditelepon,” ujarnya.

Tidak tanggung-tanggung, bendahara negara ini juga menyatakan kesiapannya untuk mengirimkan tim ahli langsung ke instansi atau wilayah terkait apabila pemohon mengalami kendala teknis dalam menyusun dokumen administrasi pencairan.

“Nanti kalau mereka tidak bisa menyiapkan, kita kirim orang ke sana untuk membantu,” ucap Purbaya.

Melalui terobosan "jemput bola" ini, Purbaya berharap pemulihan fisik maupun sosial-ekonomi di wilayah terdampak bencana di Sumatera tidak terhambat oleh urusan administratif.

“Jadi tidak usah takut, dananya ada,” tambahnya.

Pembangunan Multiyears Selama Tiga Tahun

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sempat memaparkan bahwa total kebutuhan anggaran total untuk pemulihan pascabencana di Sumatera menyentuh angka Rp100,166 triliun. Rencana anggaran ini juga telah mengantongi persetujuan dari pemerintah pusat serta mendapat dukungan penuh dari Satgas DPR RI.

“Nilainya sebanyak Rp100,166 triliun selama tiga tahun,” kata Tito usai menghadiri rapat Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (25/5).

Tito merinci bahwa proyek rekonstruksi ini akan berjalan multiyears (tahun jamak) dalam tiga tahapan waktu. Untuk tahun berjalan 2026, anggaran yang dibutuhkan adalah sebesar Rp38,9 triliun. Selanjutnya, alokasi untuk tahun 2027 dipatok sebesar Rp32,9 triliun, dan tahap akhir pada tahun 2028 dianggarkan mencapai Rp28,2 triliun.

Baca Juga: Gebrakan Kemenkeu: Dua Dirjen Dicopot Mendadak, Kursi Strategis Menanti Restu Prabowo!


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK