FAKTANASIONAL.NET — Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan tajam setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan bahwa proses negosiasi dengan Iran berjalan ke arah yang positif.
Pernyataan ini memicu optimisme pasar global bahwa konflik geopolitik panas yang telah berkecamuk selama tiga bulan terakhir bisa segera mereda.
Melansir data CNBC International, Selasa (26/5), harga minyak mentah Brent anjlok sekitar 7 persen dan ditutup di level 96,14 dolar AS per barel pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat.
Setali tiga uang, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) milik AS juga merosot lebih dari 6 persen ke posisi 90,30 dolar AS per barel.
Baca Juga: Perang Memanas, Harga Minyak Dunia Meroket Tembus Rekor Tertinggi dalam Dua Pekann
Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Trump mengungkapkan bahwa pemerintahannya terus melangsungkan dialog intensif dengan Teheran. Ia juga mendorong negara-negara Timur Tengah lainnya untuk bergabung dalam Kesepakatan Abraham (Abraham Accords) guna menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Israel.
Kendati demikian, Trump tetap menyelipkan peringatan keras bahwa militer AS siap melancarkan serangan balasan jika proses diplomasi ini menemui jalan buntu.
“Hanya akan ada kesepakatan besar untuk semua atau tidak ada kesepakatan sama sekali,” tulis Trump.
Negosiasi Intensif dan Isu Selat Hormuz
Di pihak lain, tanda-tanda meredanya ketegangan juga terlihat saat Menteri Luar Negeri Iran bersama kepala negosiasinya menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, guna mematangkan peluang kesepakatan damai.
Sebelumnya, Trump mengklaim bahwa draf kesepakatan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz sebagian besar telah dinegosiasikan, dan pengumuman resminya tinggal menunggu waktu. Selat Hormuz merupakan urat nadi vital energi dunia, di mana sekitar 20 persen pasokan minyak global melintasi kawasan tersebut sebelum konflik pecah.











