FAKTANASIONAL.NET — Hari Raya Iduladha bagi umat Islam di Indonesia tidak hanya menjadi momentum sakral untuk beribadah dan menyembelih hewan kurban.
Di berbagai daerah, hari besar ini juga bertransformasi menjadi perayaan kebudayaan yang kaya akan tradisi lokal warisan leluhur.
Perpaduan harmonis antara nilai-nilai teologis spiritual dengan adat istiadat setempat melahirkan beragam ritual unik.
Meski dikemas dalam bentuk dan pelaksanaan yang berbeda-beda, seluruh tradisi ini memiliki esensi yang seragam: menyampaikan pesan pengorbanan, rasa syukur, kebersamaan, serta kepedulian sosial yang mendalam.
Berikut adalah tujuh ragam tradisi khas Iduladha di Indonesia yang masih dirawat dengan kokoh oleh masyarakat hingga saat ini:
Baca Juga: Idul Adha 1447 H: Presiden Prabowo Sumbang Sapi Kurban Jumbo 1,1 Ton untuk Warga Blora
1. Tradisi Grebeg Besar (Yogyakarta dan Solo)
Perayaan Iduladha di dua kota episentrum budaya Jawa ini identik dengan kehadiran Gunungan.
-
Prosesi: Hasil bumi seperti sayur-mayur, buah-buahan, dan aneka makanan tradisional disusun membentuk kerucut raksasa.
-
Makna: Gunungan ini diarak dari Keraton menuju Masjid Gede dengan pengawalan ketat prajurit keraton. Setelah doa bersama selesai dipanjatkan, hasil bumi tersebut langsung diperebutkan dan dibagikan kepada masyarakat sebagai simbol rasa syukur dan berkat dari alam.
2. Tradisi Toron dan Nyalasi (Madura)
Bagi masyarakat Pulau Madura, Iduladha memiliki magis yang mirip dengan Idulfitri melalui tradisi mudik yang disebut Toron.
-
Prosesi: Para perantau Madura dari berbagai daerah akan pulang kampung demi berkumpul bersama keluarga besar.
-
Nyalasi: Setelah berkumpul, mereka melaksanakan prosesi penyembelihan hewan kurban di halaman rumah atau masjid, yang kemudian diolah menjadi hidangan sate dan gulai kambing untuk disantap bersama tetangga sekitar.
3. Tradisi Apitan (Semarang)
Warga Semarang memiliki cara tersendiri untuk merayakan Iduladha sekaligus mensyukuri limpahan rezeki pangan melalui tradisi Apitan.
-
Prosesi: Berbagai komoditas hasil pertanian dan peternakan lokal akan diarak keliling wilayah sebelum akhirnya dibagikan secara massal kepada warga. Tradisi ini sukses menjadi ruang berkumpul yang memperkuat semangat berbagi antarsesama.
4. Tradisi Manten Sapi (Pasuruan)
Masyarakat Pasuruan, Jawa Timur, memperlakukan hewan kurban dengan cara yang sangat terhormat melalui ritual Manten Sapi (Pengantin Sapi).











