“Tahun ini kebetulan bertepatan juga dengan kunjungan kenegaraan. Kita kan bisa di mana saja, tidak harus selalu di sini,” kata Fadli Zon memberikan argumentasinya.
Lebih lanjut, Fadli membeberkan bahwa kemitraan bilateral antara Jakarta dan Paris saat ini tengah berada dalam fase yang sangat positif. Pertemuan Prabowo dengan para pemimpin Prancis dinilai memiliki nilai tawar yang tinggi, terutama dalam memosisikan Indonesia di tengah konstelasi geopolitik global yang sedang dinamis.
Mensos Minta Publik Fokus pada Dampak Jangka Panjang
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak masyarakat luas untuk berpikiran terbuka dan melihat esensi kunjungan kerja internasional tersebut dari kacamata kemanfaatan yang lebih luas bagi masa depan bangsa.
“Kami yakin nanti akan membawa manfaat untuk Indonesia di masa yang akan datang. Itu yang paling penting,” pungkas Saifullah Yusuf singkat.
Pemerintah optimistis hasil dari lawatan diplomatik Presiden Prabowo ke Prancis kali ini akan membawa implikasi positif yang nyata, baik di sektor ekonomi, kebudayaan, pertahanan, maupun penguatan posisi tawar Indonesia di panggung internasional.
Baca Juga: Gandeng Yakesma Jakarta, Pemerintah Turki Salurkan 175 Ekor Sapi di Idul Adha 1446 H











