Pontianak Genjot Proyek SPALD-T hingga 2030, PDAM Disiapkan Kelola Limbah Domestik Selain Air Bersih

Pemkot Pontianak tetapkan 2026-2030 sebagai tahun revolusi sanitasi lewat proyek SPALD-T. PDAM Tirta Khatulistiwa disiapkan menerima penugasan baru mengelola limbah domestik, melengkapi tugasnya yang selama ini fokus pada distribusi air bersih kota. (Dok. HO/Faktanasional)

Proyek SPALD-T di Pontianak sebenarnya telah dirancang sejak 2018, namun pelaksanaannya kerap terkendala dokumen administrasi yang harus diperbarui berkala. Sidig mencontohkan kerja sama pemanfaatan lahan dengan Pelindo yang baru ditandatangani dua bulan lalu, namun akan kembali berakhir masa berlakunya pada Juli mendatang.

“Kalau lahannya belum clear, maka tidak akan ada pembangunan,” tegasnya.

Selain persoalan lahan, sejumlah pekerjaan rumah lain juga harus segera dituntaskan: penyediaan disposal area alternatif, penyelesaian AMDAL lingkungan dan AMDAL lalu lintas, hingga penyusunan enam Peraturan Wali Kota sebagai turunan regulasi pengelolaan limbah domestik.

Sidig mengingatkan proses pembangunan kemungkinan akan menimbulkan dampak sementara seperti kemacetan dan gangguan lalu lintas di sejumlah titik pekerjaan. Karena itu, komunikasi kepada masyarakat harus terus dilakukan secara intensif selama proyek berjalan.

“Proyek ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh individu. Kuncinya adalah dukungan seluruh stakeholder dan masyarakat,” pungkasnya.

Revolusi sanitasi ini juga berjalan beriringan dengan pembenahan pengelolaan sampah kota, yang kini mulai didukung fasilitas tempat pengolahan sampah terpadu bantuan Bank Dunia.

(*Red)