Fakta Nasional

DPR Ingatkan Pemerintah Realistis Soal Kesiapan Guru Sebelum Wajibkan Bahasa Prancis di Sekolah

FAKTANASIONAL.NET — Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyoroti secara tajam aspek ketersediaan serta tingkat kompetensi tenaga pendidik yang nantinya akan ditugaskan mengajar Bahasa Prancis di institusi sekolah. Ia mengingatkan agar pihak…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 01 June 2026 📖 2 menit

FAKTANASIONAL.NET — Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyoroti secara tajam aspek ketersediaan serta tingkat kompetensi tenaga pendidik yang nantinya akan ditugaskan mengajar Bahasa Prancis di institusi sekolah.

Ia mengingatkan agar pihak sekolah di daerah tidak dibebani oleh implementasi kebijakan baru tanpa adanya dukungan kesiapan guru yang memadai di lapangan. Hetifah pun mendorong pemerintah untuk menjamin ketersediaan sarana pembelajaran yang cukup agar proses belajar siswa dapat berjalan optimal.

"Terkait arahan Presiden untuk memperluas pembelajaran Bahasa Perancis, perlu ada kejelasan implementasi di sekolah mengingat penguatan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib juga baru dijalankan tahun ini," ujar Hetifah pada 31/5/2026.

Lebih lanjut, legislator dari daerah pemilihan Kalimantan Timur ini menggarisbawahi bahwa fondasi utama yang harus diselesaikan terlebih dahulu oleh Kementerian Pendidikan adalah pemetaan kualitas dan kuantitas tenaga pengajar bahasa asing tersebut.

Baca Juga:Prabowo Instruksikan Siswa Belajar Bahasa Prancis, Ini Tanggapan Komisi X

"Yang perlu menjadi perhatian adalah kesiapan sumber daya pendidikan, terutama ketersediaan dan kompetensi guru," sambung Hetifah.

Hetifah menyampaikan bahwa pada prinsipnya parlemen mendukung penuh visi pemerintah untuk mendongkrak kecakapan berbahasa asing para peserta didik sebagai modal berharga dalam menghadapi kompetisi global.

Namun, ia memberikan catatan tebal bahwa metodologi pembelajaran bahasa asing di era modern harus dikemas secara menarik, interaktif, dan menyenangkan bagi psikologis siswa.

"Pendekatan melalui percakapan, permainan, musik, film, budaya, dan teknologi digital akan lebih efektif dibandingkan metode yang terlalu menekankan hafalan dan teori," ucap Hetifah memberikan saran taktis.

Menurut pandangan Hetifah, indikator keberhasilan penguasaan bahasa asing pada anak didik sama sekali tidak diukur dari seberapa banyak jumlah bahasa yang dipaksakan masuk ke dalam kurikulum.

Keberhasilan tersebut sepenuhnya ditentukan oleh mutu pengajaran, tingkat kesiapan mental guru, serta stimulasi minat dari siswa itu sendiri. Oleh karena itu, politikus Partai Golkar ini mendesak pemerintah untuk menempuh tahapan eksekusi kebijakan secara bertahap dan terukur.

"Dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik," imbuh Hetifah menambahkan.

Wacana ini mengemuka setelah sebelumnya Presiden RI Prabowo Subianto kembali menegaskan instruksi agar anak-anak sekolah di Indonesia mempelajari bahasa asing strategis. Kebijakan terbaru ini mengarahkan pengajaran Bahasa Prancis di ruang kelas, menyusul instruksi terdahulu pada Oktober 2025 yang memasukkan Bahasa Portugis ke dalam mata pelajaran sekolah.

Permintaan formal tersebut diutarakan langsung oleh Presiden Prabowo saat menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, pada Kamis, 28/5/2026.

"Sekrasang, saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar Bahasa Perancis, melihat perkembangan dunia ke depan," ujar Presiden Prabowo.

Baca Juga: Bertemu Emmanuel Macron di Paris, Presiden Prabowo Sambut Baik Pembentukan Forum Bisnis Prancis-Indonesia


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK