Pemerintah Beli Saham GoTo demi Pangkas Komisi Ojol, Aktivis Dorong Pembentukan BUMN Transportasi Digital

Per 1 Juli 2026, Gojek resmi menyesuaikan tarif dasar GoRide guna merespons aturan baru pemerintah yang memangkas batas maksimal komisi aplikator menjadi 8 persen./(ilustrasi)

FAKTANASIONAL.NET  — Aktivis nasional Sandri Rumanama memberikan respons positif terkait langkah strategis Pemerintah Indonesia yang resmi membeli sebagian saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Korporasi ini mengambil alih porsi saham tersebut guna memuluskan implementasi kebijakan baru, yaitu pemangkasan potongan komisi aplikator ojek online (ojol) menjadi maksimal 8 persen demi meningkatkan kesejahteraan para mitra pengemudi di lapangan.

Kendati mendukung, Sandri menilai intervensi kebijakan tersebut tidak akan berjalan maksimal secara jangka panjang apabila pemerintah hanya berhenti pada aksi korporasi pembelian saham semata, tanpa dibarengi dengan penyiapan sarana serta prasarana pengelolaan yang adaptif.

Baca Juga: Belum Final, Pemerintah Godok Ulang Aturan Potongan Komisi Aplikator Ojol Maksimal 8 Persen

“Memang kecil sih hanya 8 persen namun harusnya pemerintah melalui Danantara sudah mestinya melek bisnis, mode digital bisnis transportasi sangat menjanjikan harus dimaksimalkan, minimal ada BUMN pengelola transportasi mode digital roda 2 dan roda 4,” ucap Sandri dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, dikutip dari rilis 30/5/2026.

Sandri memaparkan bahwa gurita bisnis transportasi, baik untuk kategori roda empat maupun roda dua, saat ini telah bertransformasi menjadi sebuah ekosistem masif. Sektor ini berhasil mengintegrasikan layanan ride-hailing (transportasi daring) secara terpadu dengan industri otomotif, jasa logistik, hingga sektor finansial.

Menurut analisisnya, inovasi dan model bisnis yang terintegrasi secara digital tersebut sejauh ini dikuasai oleh ekosistem Astra International bersama Gojek sebagai dua pemain utama di Indonesia.

Duopoli antara Gojek yang berada di bawah naungan grup GoTo serta Grab, terbukti sukses mendominasi pasar domestik berkat integrasi mobilitas kendaraan roda empat dan roda dua dengan berbagai layanan pendukung masif lainnya. Momentum pasar digital inilah yang dinilai harus dimanfaatkan secara jeli oleh BPI Danantara.