Selesai Fase Armuzna, Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tinggalkan Mina Menuju Makkah

Kemenhaj mencatat hingga Jumat (19/6) sebanyak 121.301 jemaah dan petugas telah kembali ke Tanah Air./Dok. Ist

FAKTANASIONAL.NET  — Seluruh jemaah haji Indonesia yang mengambil pilihan Nafar Tsani dilaporkan telah resmi meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah. Kepulangan ini menandai tuntasnya fase puncak ibadah haji yang berlangsung di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, atau yang biasa dikenal dengan sebutan Armuzna.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengonfirmasi bahwa saat ini tidak ada lagi jemaah asal Indonesia yang tertinggal di kawasan Mina. Seluruh tenda yang sebelumnya ditempati oleh jemaah Indonesia kini dipastikan telah dalam kondisi kosong.

“Seluruh jemaah haji kita sudah meninggalkan Mina. Mina sudah clear dari jemaah-jemaah kita. Mereka kembali ke hotel dan bersiap untuk berkegiatan selanjutnya di Tanah Haram,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak pada Minggu, 31 Mei 2026.

Secara umum, pihak kementerian menilai fase Armuzna pada tahun ini telah dilalui dengan baik. Dahnil menyebutkan bahwa terdapat sejumlah kemajuan layanan serta perubahan tata kelola yang cukup signifikan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Baca Juga: Haji 2026 Sukses Besar: Arab Saudi Pastikan Nol Kasus Wabah di Tengah Ancaman Kesehatan Global

“Alhamdulillah, fase Armuzna sudah kita lalui dengan baik, dengan beberapa kemajuan dan perubahan-perubahan yang sangat signifikan,” katanya menambahkan.

Meskipun mencatat adanya kemajuan, Wamenhaj mengakui bahwa operasional di lapangan masih menyisakan sejumlah catatan penting yang memerlukan evaluasi mendalam. Beberapa poin yang menjadi perhatian utama Kementerian Haji dan Umrah meliputi kualitas pelayanan di tenda Arafah dan Mina, serta tata kelola bermalam (mabit) di Muzdalifah yang tahun ini menerapkan skema murur.

“Catatan-catatan dari berbagai pihak kami terima dengan baik. Terkait pelayanan di tenda Mina, tenda Arafah, juga tata kelola mabit di Muzdalifah maupun murur, tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami,” jelas Dahnil.

Mewakili instansi Kementerian Haji dan Umrah, Dahnil menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh jemaah haji Indonesia apabila selama pelaksanaan fase puncak Armuzna masih terdapat kekurangan atau pelayanan yang belum sepenuhnya memenuhi harapan jemaah.