Daerah  

DPRD DKI Jakarta Desak Pengelola Ragunan Perketat Pengamanan Pasca-Insiden Anak Terjatuh di Kandang Gajah

Pengelola wisata mengimbau seluruh pengunjung untuk selalu mematuhi rambu keselamatan dan menjaga jarak aman, menyusul adanya desakan dari DPRD DKI Jakarta untuk memperketat patroli lapangan./Dok. Ragunan

“Kami meminta evaluasi dilakukan secara objektif dan menyeluruh. Fokusnya bukan mencari pihak yang harus disalahkan, melainkan menemukan akar persoalan dan memastikan langkah-langkah perbaikan dapat segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ucap Kenneth.

Indikasi Pengabaian Aturan demi Konten

Di sisi lain, Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, mengungkapkan bahwa pihak manajemen tidak menerima laporan resmi dari petugas lapangan saat peristiwa itu terjadi. Kronologi dan waktu pasti insiden tersebut masih ditelusuri.

Bambang menjelaskan, berdasarkan rekaman yang beredar, insiden ini dipicu oleh kelalaian pengawasan orang tua serta pelanggaran batas aman yang dilakukan oleh pihak keluarga dengan melewati pagar pengamanan kandang satwa. Pihak manajemen juga mengendus adanya unsur kesengajaan dari pengunjung demi kebutuhan media sosial.

“Terdapat indikasi bahwa satwa dijadikan bahan candaan atau konten oleh pengunjung. Hal tersebut terlihat dari sikap yang bersangkutan yang tidak menunjukkan kepanikan saat kejadian berlangsung dan tetap melakukan perekaman terhadap peristiwa tersebut,” ucap Bambang melalui pesan singkat, Senin (1/6/2026).

Kronologi Video Viral

Peristiwa ini memicu perhatian luas setelah rekaman videonya diunggah oleh akun TikTok @niltasafitri2. Video tersebut telah disukai oleh sekitar 700.000 pengguna dan memanen lebih dari 12.000 komentar.

Dalam video tersebut, seorang bocah perempuan berkaus merah tampak menangis setelah terjatuh ke area dalam pembatas kandang gajah. Anggota keluarga korban kemudian nekat memanjat besi pembatas luar untuk mengevakuasi anak tersebut secara mandiri.

Setelah berhasil ditarik keluar, kepanikan rombongan keluarga tersebut dilaporkan sempat berubah menjadi tawa.

Manajemen Taman Margasatwa Ragunan menegaskan akan menjadikan peristiwa ini sebagai momentum evaluasi total agar perilaku membahayakan serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Baca Juga: Mau Liburan Lebaran ke Monas, TMII, Ragunan dan Ancol? Berikut Harga Tiketnya

Exit mobile version