MBG Go Internasional Terlalu Dipaksakan!

"Dugaan Penyimpangan program MBG di Pontianak."
(Dok. faktakalbar.id)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Wacana perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke luar negeri oleh Badan Gizi Nasional (BGN) menuai kritik tajam.

Aanalis dari Forum Sipil Bersuara (Forsiber) Hamdi Putra mengatakan, rencana mendirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Arab Saudi, dinilai sebagai langkah politik-simbolik yang terlalu dipaksakan di tengah karut-marutnya fondasi operasional di dalam negeri.

Sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan tengah menunggu persetujuan Presiden Prabowo Subianto untuk merealisasikan proyek percontohan MBG luar negeri pertama ini.

Program tersebut dilaporkan membidik sekitar 1.408 siswa anak WNI/Pekerja Migran Indonesia (PMI) di kawasan Jeddah hingga Makkah.

“Langkah ekspansi lintas negara ini kontradiktif dengan realitas tata kelola BGN saat ini,” kata Hamdi dalam analisanya pada Selasa (2/6/2026).

BGN sendiri menyebut, per 31 Mei 2026, tercatat lebih dari 8.000 SPPG yang pernah di-suspend dan lebih dari 2.000 SPPG yang masih berstatus suspend.

Angka ini menjadi bukti konkret bahwa BGN belum selesai membuktikan kapasitas pengawasan, mutu, dan kepatuhan dapur produksi di tanah air. BGN belum selesai membereskan dapur MBG di dalam negeri, tetapi sudah mengetuk pintu Jeddah hingga Makkah.

Hamdi menilai ada lima celah fatal dalam rencana ekspansi ke Arab Saudi yang berpotensi memicu polemik publik.

Exit mobile version