Polkam  

PDIP dan Fretilin Perkuat Dialog Demokrasi dan Kerja Sama Kawasan

“Saya sejak kecil mengenal Bung Karno. Saat muda saya mengikuti pidato-pidato Bung Karno melalui radio. Pidato Bung Karno menjadi inspirasi yang menggelorakan semangat saya saat muda,” ujar Alkatiri.

Sementara itu, Andreas H. Pareira menyoroti eratnya hubungan Indonesia dan Timor Leste. Menurutnya, kedua negara memiliki keterkaitan yang sangat kuat baik dari sisi sejarah, budaya maupun masa depan kawasan.

“Apa yang terjadi di Timor Leste akan memiliki pengaruh terhadap Indonesia. Sebaliknya, apa yang terjadi di Indonesia juga akan mempengaruhi Timor Leste. Sebagai saudara, sudah selayaknya perbatasan negara tidak dibuat untuk memisahkan, melainkan justru menyatukan,” kata Andreas.

Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan PDIP Andi Widjajanto menambahkan bahwa hubungan Indonesia dan Timor Leste saat ini menjadi contoh penting bagaimana dua bangsa yang pernah mengalami konflik dapat bertransformasi menjadi sahabat dan mitra yang baik.

Andi mengutip pernyataan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta dalam sebuah forum di Dubai yang menyebut bahwa tanpa Indonesia, Timor Leste tidak akan menjadi negara merdeka seperti saat ini. Andi lebih lanjut mengutip pernyataan Presiden Ramos Horta yang menegaskan bahwa Indonesia juga tidak berupaya mengeksploitasi Timor Leste ketika negara tersebut menghadapi krisis pada 2006.

“Indonesia justru serius membantu Timor Leste membangun kemandirian ekonomi. Salah satu contohnya, Bank Mandiri tercatat sebagai salah satu nank terbesar di Timor Leste,” katanya.

Lebih lanjut, Andi menilai pengembangan ekonomi kawasan menjadi agenda penting bagi masa depan kedua negara. Ia mengatakan bahwa ekonomi Pulau Timor tidak cukup berkembang apabila hanya bertumpu pada masing-masing wilayah secara terpisah.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat persaudaraan. Kedua pihak sepakat bahwa hubungan Indonesia dan Timor Leste yang semakin erat harus terus diperkuat melalui kerja sama politik, ekonomi, pendidikan, serta pertukaran gagasan antargenerasi demi kemajuan kawasan dan kesejahteraan kedua bangsa.

Kehadiran Hasto dan delegasi di Dili merupakan bagian dari agenda koordinasi menjelang kunjungan Presiden Kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ke Timor Leste pada Juli mendatang.