Kapal Kargo Tujuan Israel Tertahan di Selat Hormuz, Tiga ABK Asal Bangkalan Dipastikan Aman

Pemerintah daerah tengah melacak data verifikasi para pekerja migran yang dikabarkan tertahan di Timur Tengah./Dok. Kompas

FAKTANASIONAL.NET – Dampak memanasnya situasi geopolitik di Selat Hormuz turut dirasakan oleh pekerja migran asal Indonesia. Sebuah kapal kargo milik perusahaan Mediterranean Shipping Company (MSC) yang sedianya menuju ke Israel, hingga kini dilaporkan masih tertahan di jalur air strategis tersebut.

Di dalam kapal itu, terdapat tiga warga negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK).

Ketiga ABK tersebut diidentifikasi bernama Muhammad Ahyar, Mashudi, dan Hariri. Mereka bertiga merupakan warga asli yang berasal dari Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan.

Baca Juga: INFISA Tetapkan Status Darurat: Desak Pemerintah Segera Repatriasi 13 ABK Indonesia di Baku

Kepala Desa Lajing, Moksin, membenarkan bahwa ketiga pria tersebut adalah warganya. Menariknya, Moksin mengaku baru mengetahui kabar miring yang menimpa warganya itu setelah melihat potongan video yang beredar luas di jagat maya.

“Awalnya saya lihat video kapal yang tertahan itu di media sosial. Lalu, setelah saya simak baik-baik ternyata itu warga saya,” ungkap Moksin, Kamis (28/5/2026).

Kades Tegaskan ABK Aman: Ini Urusan Negara dan Perusahaan

Moksin menjelaskan bahwa merantau dan bekerja di kapal pesiar atau kapal kargo luar negeri merupakan profesi yang lumrah bagi pemuda di desanya. Terkait kondisi penahanan kapal MSC, ia optimis hal tersebut tidak akan berujung buruk pada keselamatan fisik para kru kapal.

“Itu kan masalah antara negara, jadi bukan personal ABK-nya yang bermasalah. Itu urusan perusahaannya,” ucap Moksin menenangkan.

Hingga saat ini, pihak Pemerintah Desa Lajing belum menerima aduan atau permohonan bantuan evakuasi pemulangan dari pihak keluarga ketiga ABK. Hubungan komunikasi antara para ABK di Selat Hormuz dengan keluarga di Madura pun dilaporkan masih berjalan lancar dan mereka dalam kondisi aman.