Purbaya Pastikan Pemecatan Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Menunggu Putusan Tipikor
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku akan memecat Djaka Budi Utama dari kursi Dirjen Bea dan Cukai jika terbukti terlibat dalam kasus korupsi Blueray Group sebesar Rp63 miliar. “Harusnya, iya (dipecat)…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku akan memecat Djaka Budi Utama dari kursi Dirjen Bea dan Cukai jika terbukti terlibat dalam kasus korupsi Blueray Group sebesar Rp63 miliar.
“Harusnya, iya (dipecat) kalau terbukti (ikut korupsi) ya,” tandas Purbaya di kantor Kemenko Perekonomian, Kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis 21 Mei 2026.
Dalam persidangan kasus korupsi Blueray, nama Djaka Budi Utama disebut menerima fulus sebesar SG$213.600. Hal itu diungkapkan oleh Orlando Hamonangan Sianipar (Ocoy) selaku Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan, Direktorat Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai yang bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Purbaya sendiri akan bersikap tegas jika nantinya sudah ada bukti kita secara hukum bahwa Djaka Budi terlibat. Namun ia mengaku tak akan ikut campur dengan sidang kasus dugaan korupsi pengaturan importasi barang yang menyeret nama Djaka.
"Kalau persidangan, saya enggak akan ikut campur, saya lihat aja seperti apa hasilnya kan. Kalau terbukti bisa aja, tapi kalau terbukti ya sudah,” ucapnya. “Kan saya sama Pak Djaka juga komunikasi setiap hari,” sambung Purbaya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo juga memerintahkan Purbaya agar bersikap tegas. Kalau perlu pecat siapa pun pejabat yang korup, termasuk Djaka Budi Utama. Sikap tegas Prabowo itu dipicu atas desakan LSM LIRA yang intens mendesak pembersihan di Bea dan Cukai dari korupsi.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.