Perkuat Kolaborasi Pentahelix, Kemendukbangga/BKKBN Dorong Gerakan GENTING untuk Cetak Generasi Emas 2045

BMKG melaporkan 37,6 persen wilayah Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau akibat dampak fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga awal 2027./Dok. Humas BKKBN

FAKTANASIONAL.NET — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) terus mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia.

Salah satu langkah strategis yang diperkuat adalah melalui program inisiatif Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Program ini menjadi fokus utama dalam kegiatan Mitra OTAFest GENTING 2026 yang berlangsung di The Phoenix Hotel, Yogyakarta, pada Jumat (26/6/2026) lalu.

GENTING dirancang sebagai platform kolaborasi lintas sektor—melibatkan BUMN, BUMD, sektor swasta, akademisi, komunitas, media, hingga individu—untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan gizi dan perawatan anak selama masa krusial 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Langkah agresif ini sejalan dengan target besar pemerintah pusat untuk memangkas prevalensi stunting nasional hingga menyentuh angka 18,8 persen pada tahun 2025, dan terus ditekan hingga mencapai target 14,2 persen pada tahun 2029 mendatang.

Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, Wahyuniati, menegaskan pentingnya solidaritas masyarakat dalam program ini.

“Program GENTING hadir sebagai gerakan gotong royong bagi keluarga berisiko stunting,” kata Wahyuniati, dikutip pada Senin (29/6/2026).

Baca Juga: Merokok Sambil Main Game saat Rapat Stunting, Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Partai

Garda Terdepan dan Distribusi Tepat Sasaran

Selain keterlibatan para donor dan mitra, Wahyuniati juga menyoroti peran strategis para petugas di lapangan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Menurutnya, Penyuluh Keluarga Berencana (KB) dan Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) adalah ujung tombak yang menentukan keberhasilan program di lapangan.