PONTIANAK, FAKTANASIONAL.NET – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan Haul Akbar Sultan Syarif Abdurrahman saat menerima audiensi panitia di ruang kerjanya pada Kamis (4/6/2026).
Rangkaian peringatan bersejarah untuk mengenang sosok pendiri Kota Pontianak tersebut rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 16 hingga 17 Juni 2026 mendatang.
Kepala daerah tingkat provinsi tersebut menyampaikan komitmen utamanya untuk hadir secara langsung dalam seluruh rangkaian agenda keagamaan dan budaya masyarakat itu.
“Haul Akbar dan Ziarah Agung ini bukan hanya ruang mengenang sejarah dan memperingati nilai-nilai religius, tetapi juga momentum untuk memperkokoh persatuan dan kebersamaan sebagaimana diwariskan para pendiri daerah,” tutur Gubernur Ria Norsan.
Ria Norsan yang berasal dari wilayah Mempawah turut mengulas eratnya ikatan historis antara Kesultanan Mempawah dan Pontianak pada masa lampau.
Keterikatan masa lalu tersebut secara nyata tergambar dari sosok Putri Candra Midi yang merupakan putri dari Raja Opu Daeng Menambon sekaligus istri dari Sultan Syarif Abdurrahman.
“Kami mendukung kegiatan bernilai sejarah dan religi ini. Hubungan emosional dan historis antara Mempawah dan Pontianak sangatlah erat. Figur Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie bukan hanya pendiri kota, melainkan tokoh pembaharu yang sejak awal telah berhasil menyatukan keberagaman suku dan etnis di Kalimantan Barat,” lanjut Norsan.
Ketua Panitia Syarif Iwan Taruna Alkadrie menjelaskan bahwa agenda peringatan tokoh sejarah tahun ini juga diselenggarakan bertepatan dengan momen perayaan Tahun Baru Islam.
“Pelaksanaan Haul Akbar dan Ziarah Agung tahun ini dirangkai sekaligus dalam momentum menyambut malam Tahun Baru Islam. Kegiatan akan diawali dengan Ziarah Agung melalui pawai dari Alun-Alun Kapuas menuju Makam Kesultanan di Batu Layang, dan dilanjutkan keesokan harinya dengan Haul Akbar di Istana Kadriah Kesultanan Pontianak yang menghadirkan penceramah dari Hadramaut (Yaman), Sidogiri, serta Jakarta,” ujar Syarif Iwan Taruna Alkadrie.
Syarif Iwan Taruna Alkadrie menilai berbagai warisan keteladanan dari sosok pahlawan daerah tersebut masih sangat relevan untuk diimplementasikan pada kehidupan berbangsa masa kini.
“Nilai-nilai yang diwariskan Sultan Syarif Abdurrahman tetap sangat relevan hingga hari ini. Beliau telah menunjukkan praktik nyata persatuan jauh sebelum Indonesia merdeka melalui pembentukan kawasan permukiman multietnis di Pontianak yang menjadi ruang hidup bersama bagi masyarakat Bugis, Melayu, Banjar, Arab, hingga komunitas Tionghoa. Semangat keberagaman yang dibangun saat itu menjadi warisan berharga bagi Kalimantan Barat dan Indonesia,” ujar Syarif Iwan Taruna Alkadrie.
Tokoh masyarakat tersebut juga menyinggung besarnya sumbangsih pemikiran Sultan Hamid II yang sukses merancang lambang negara Garuda Pancasila sebagai simbol pemersatu bangsa.
“Melalui penyelenggaraan Haul Akbar dan Ziarah Agung ini, diharapkan nilai toleransi, kebersamaan, serta harmoni sosial yang telah diwariskan para pendahulu dapat terus hidup dan dirawat oleh masyarakat lintas generasi,” pungkasnya.
Pelaksanaan Haul Akbar Sultan Syarif Abdurrahman ini sangat diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat toleransi dan kerukunan masyarakat multietnis di seluruh wilayah Kalimantan Barat.
(*Red)











