JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – PAM Jaya bakal menghentikan sementara pasokan air bersih di 45 kelurahan di Jakarta mulai dari tanggal 5-7 Juni 2026. Warga diminta menyiapkan cadangan air bersih untuk kebutuhan selama dua hari.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan, penghentian sementara pasokan air bersih itu bukan akibat dari gangguan jaringan perpipaan PAM Jaya. Melainkan, dampak adanya pemeliharaan gardu listrik oleh pihak PLN.
“Pemadaman ini dilakukan karena PLN melakukan perbaikan terhadap listrik, gardu listrik yang ada,” kata Pramono, di saat peresmian puskesmas di Matraman, Jakarta Timur pada Jumat, (5/6/2026).
Pramono menghendaki, gangguan pasokan air bersih bagi warga ini tidak berkepanjangan dan dapat diselesaikan dalam satu hari.
“Pemadaman mudah-mudahan dilakukan dalam satu hari ini,” pungkasnya.
Sebelumnya, Direktur Teknik PAM Jaya Akhmad Santika mengatakan, pemeliharaan gardu listrik PLN berdampak pada operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pejompongan I.
Sehingga PAM Jaya akan menghentikan sementara pasokan air bersih untuk 45 kelurahan mulai Jumat malam hingga Sabtu dini hari.
Akhmad mengatakan, setidaknya 69.333 pelanggan PAM Jaya di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara yang akan terdampak penghentian ini.
Untuk meminimalisasi dampak terhadap pelanggan, PAM Jaya akan menyiapkan suplai air bersih dari IPA Pejompongan II dan IPA Buaran I dengan total kapasitas 1.170 liter per detik.
“Setelah IPA Pejompongan I kembali beroperasi, kami juga akan meningkatkan produksi air di atas kondisi normal selama sekitar 6 hingga 8 jam guna mempercepat pemulihan tekanan dan normalisasi layanan di wilayah terdampak,” kata Akhmad.











