Opini  

Bu Guru Bejat! Serahkan Murid kepada Suami untuk Disodomi

MEMBAYANGKAN saja hati terasa ngilu, apalagi benar-benar terjadi di hadapan kita. Seorang guru SD, memanggil siswanya ke rumah, dan saat siswa itu berada di rumahnya, diserahkan kepada suaminya untuk dis*d*mi. Bejat sekali.

Tidak saja bejat sebagai guru, tapi juga bejat sebagai istri dan sebagai perempuan yang dianugerahi kasih sayang, karena memiliki “rahim” dalam tumbuhnya. Rahim artinya kasih sayang. Tapi kasih sayang itu pula yang hilang dari dirinya.

Guru ASN, berhijab pula. Memang, penampilan-penampilan fisik saat ini tak bisa terlalu dipercaya. Bisa menipu. Tapi apalah dayanya seorang anak SD, yatim pula, tinggal dengan orang tua angkat? Guru pula yang memanggilnya ke rumah. Tak disangka.

Wajar saja, warga masyarakat di Tanjungbalai, Sumatera Utara, mengamuk mendengar berita itu. Nilai-nilai diterkapar oleh guru itu, oleh istri itu, dan oleh perempuan itu. Berlapis-lapis kebiadabannya. Tak ada yang sanggup sekadar membayangkannya.