FAKTANASIONAL.NET – Problem tersulit pembunuh: pemusnahan mayat korban. Mayat Siti Maimunah, 41, dalam kardus paket di Bandung, terungkap akibat kepanikan terduga pelaku pria inisial SDS, 36, yang cekcok dengan sopir kurir Lalamove bernama Tegar, 28, saat pembuangan.
Harian Disway (pada halaman 8)
YA… cekcok SDS dengan Tegar terjadi saat mereka sama-sama naik mobil pick up Lalamove di jok depan, sedangkan bungkusan mayat di bak belakang. Hal itu diceritakan Tegar kepada polisi.
Kapolrestabes Bandung Kombes Dedi Supriyadi, kepada wartawan, Rabu, 2 September 2026, mengatakan, salah satu saksi kunci adalah Tegar, sopir perusahaan pengiriman barang Lalamove di Bandung. Tegar dipesan tersangka SDS untuk membuang bungkusan mayat Siti.
Tegar menceritakan proses itu lewat video di TikTok, Rabu, 2 September 2026, begini:
Selasa pagi, 1 September 2026 SDS pesan mobil ke Lalamove. Saat itu SDS berada di kamar kontrakannya di Kelurahan Dunguscariang, Kecamatan Andir, Bandung.
Yang datang Tegar, sopir Lalamove, bersama mobil pick up hitam. SDS mengatakan ke Tegar, ia akan mengirim paket barang ke daerah Kopo, Bandung. Tegar mengatakan, hayo saja.
Tegar: “Terus, ia bilang, Aak (kakak Bahasa Sunda) ini berat. Minta tolong diangkat, naik ke mobil. Saya bantu angkat naikin ke mobil. Barangnya memang besar dan berat. Saya tanya, isinya apa? Ia jawab, besi sama pakaian.”
Bungkusan pun naik ke bak belakang mobil. Lalu, Tegar dan SDS duduk di jok depan. Mobil pun berangkat menuju arah Kopo.
Dalam perjalanan, Tegar berubah pikiran. Karena, ia merasa curiga dengan bungkusan tersebut.
Tegar: “Baru beberapa ratus meter mobil jalan, saya mencium bau busuk di bungkusan. Saya emang sudah curiga sejak ngangkat barang itu tadi, kok bau busuk. Dalam perjalanan, saya merasa takut dan curiga.”
Tegar bertanya ke SDS lagi, apa isi bungkusan itu? Dijawab sama seperti semula, isinya besi dan pakaian.
Tegar: “Terus, saya bilang: ‘kalau emang gitu, coba kita buka sekarang’. Ia seperti panik, bilang: ‘jangan, jangan, jangan’. Di situ saya makin curiga. Saya mulai takut, mulai panik, semakin saya yakin itu mayat. Saya mau turunin.”
Buih di Mulut Mayat Sutrimo Diteliti di Lab Forensik
Kemudian Tegar menghentikan mobil di pinggir Jalan Soekarno-Hatta. Lalu ia keluar mobil, sambil berteriak-teriak kepada SDS agar bungkusan diturunkan, sekarang. Pesanan pengiriman dibatalkan.
Tentu, SDS kaget dan panik. Ia kebingungan.
Tegar: “Terus, bungkusan ia turunin sendiri. Bungkusan ia tarik, ia gusur sampai akhirnya jatuh ke tanah. Setelah itu saya naik lagi ke mobil. Saya majuin mobil sedikit, supaya agak jauh dari dia. Di depan ada satpam, saya teriak ke satpam itu: Tolong bang… telepon polisi, kayaknya orang itu bawa mayat.”
Dalam kondisi panik, SDS menyeret bungkusan diarahkan ke pinggir jalan. Diseret sampai bungkusan agak tersembunyi di dekat didin tembok gedung kosong bekas pabrik. Kemudian SDS melarikan diri.
Tegar pun pergi bersama mobilnya. Ia merasa terbebas dari ketakutan mengangkut barang berbau busuk yang mencurigakan.
Tak lama kemudian, tim polisi tiba di TKP pembuangan bungkusan tersebut. Polisi membuka kardus berbentuk kemasan paket itu, menyembullah tangan manusia. Kardus dibuka seluruhnya. Tampaklah mayat perempuan. Kondisi mayat masih utuh, tapi bau busuk.
TKP di Jalan Terusan Suryani, Kecamatan Babakan Ciparay, Bandung. Berada di pinggir Jalan Soekarno-Hatta, masuk sedikit ke jalan kecil.
Polisi menyelidiki. Hasilnya, polisi mencurigai SDS. Pun SDS dikejar polisi.
Kombes Dedi: “Ia kami tangkap saat dalam perjalanan hendak melarikan diri ke Palembang, Sumatera Selatan, sekitar pukul 16.00 (WIB) hari itu juga. Atau sekitar enam jam sejak penemuan mayat korban.”
SDS dalam interogasi polisi mengakui, bahwa ia membunuh Siti Maimunah. Polisi belum mengungkap motifnya.
Proses Pembunuhan Driver Taksi Online di Deli Serdang
Siti asal Lampung yang bekerja dan mengontrak rumah di Bandung. Polisi belum mengungkap hubungan SDS dengan Siti. Diduga, mereka saling kenal. Mungkin juga ada hubungan asmara.











