Takut Dirudal Iran, Aksi Pindah Pesawat Trump Menumbalkan Wartawan dan Staf

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Aksi pindah pesawat diam-diam ala Donald Trump baru-baru ini seperti dalam flim aksi mata-mata. Mission Impossible, misalnya. Mestinya, menarik dan heroik sebagai cara untuk menipu lawan. Tapi akhirnya justru menjadi kontroversi. Aksi itu dinilai menumbalkan staf dan wartawan yang mengiringi Sang Presiden. Totalnya, sampai 100 orang lebih.

Kalau benar pesawat yang membawa rombongan Presiden Donald Trump itu dihabisi rudal Iran, maka Donald Trump selamat, tapi rombongan yang 100 orang lebih itu tewas seketika. Kontroversinya pasti akan semakin meluas. Sedang tidak terjadi saja, kontroversinya cukup ramai, apalagi kalau terjadi. Pujian dan cacian akan bergerak saling beriringan.

Tapi, mungkin kalau benar terjadi, skenarionya tak akan dibuka seperti saat ini. Mungkin saja Donald Trump keluar tiba-tiba di antara puing-puing yang berserakan. Donald Trump tampil sebagai sosok yang diselemakan Tuhan. Tapi, entahlah. Artinya, dibukanya ke publik aksi pindah pesawat tiba-tiba Sang Presiden ini, mungkin ada tujuan yang lain.

Donald Trump merasa bangga menjadi target nomor satu penyerangan Iran. Dengan itu, mungkin ia merasa apa yang dilakukannya terhadap Iran saat ini adalah sesuatu yang wajar. Apalagi Iran memang mengumumkan bahwa Donald Trump sebagai target nomor satu mereka. Di sini, Iran bisa jadi terpancing permainan psikologi politik Trump.