Zelensky Balas Desakan Trump agar Mundur: Rakyat Ukraina yang Berhak Memilih

Kekhawatiran Zelensky: Perang Timur Tengah Bisa Menguras Pasokan Patriot Ukraina/(instagram)

FAKTANASIONAL.NET – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa keputusan mengenai kepemimpinan negaranya berada di tangan rakyat Ukraina.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas desakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar dirinya mundur dan digantikan oleh pemimpin yang dinilai mampu mengakhiri perang dengan Rusia.

Dikutip dari detikNews, Minggu (11/10/2026), Zelensky menyatakan Ukraina dapat menyelenggarakan pemilihan umum apabila Rusia menyetujui gencatan senjata selama 60 hari. Pemilu tersebut akan menjadi yang pertama sejak invasi Rusia ke Ukraina.

“Pertama-tama, dengan segala hormat kepada Presiden Trump, terserah pada masyarakat kami, terserah pada rakyat kami untuk memilih pemimpin yang satu atau yang lainnya,” ujar Zelensky kepada ABC News dalam wawancara yang disiarkan televisi.

Ketegangan kedua pemimpin kembali meningkat setelah Trump mengumumkan penangguhan sanksi terhadap pasokan besar solar Rusia. Kebijakan itu dimaksudkan untuk membantu menekan harga bahan bakar menjelang pemilu sela Amerika Serikat pada November 2026.

Trump sebelumnya mengkritik serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia. Menurutnya, serangan tersebut turut mendorong kenaikan harga solar. Ia pun mendesak agar Ukraina memiliki presiden baru yang dapat mengakhiri perang.

Zelensky mengatakan pihaknya telah menyampaikan kepada pemerintahan Trump bahwa penyelenggaraan pemilu membutuhkan kondisi keamanan yang memadai. Ia meminta Trump menyampaikan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin agar menyetujui penghentian pertempuran secara menyeluruh selama 60 hari.

Penangguhan sementara sanksi minyak Rusia oleh Trump memicu kritik dari Ukraina, sejumlah sekutu Amerika Serikat di Eropa, hingga sebagian kalangan Partai Republik.