Polkam  

Pemerintah Bentuk 150 Yonif TP, Hasto: Perkuat Pertahanan dengan IPTEK, Bukan Ekspansi Batalyon

“Kita lebih penting untuk merumuskan kepentingan nasional kita. Kita lebih penting untuk memperkuat diplomasi internasional kita. Kita lebih penting untuk menguasai iptek daripada membangun batalyon-batalyon pembangunan. Fungsi TNI AD misalnya, sangat penting dalam penguasaan teknologi pertahanan, diplomasi militer, memahami teritorial lawan, bukan untuk menanam jagung dan padi. Jadi TNI harus fokus pada tupoksinya di pertahanan. Ini sebagai otokritik atas kebijakan pemerintah dan kebijakan-kebijakan pembentukan batalyon pembangunan ini,” jelas Hasto.

Lebih lanjut, Hasto juga menyinggung kembali pemikiran Soekarno mengenai strategi diplomasi dan konsolidasi negara melalui Marhaenisme sebagai narasi pembebasan. Ia menegaskan bahwa Indonesia seharusnya tidak hanya berorientasi ke dalam, tetapi juga membangun kepemimpinan di tingkat global.

“Spirit mewujudkan kepemimpinan Indonesia bagi dunia inilah yang kita lakukan. Jika tidak, jika kita orientasi (hanya) ke dalam, tanpa ada suatu tekad membangun kepemimpinan Indonesia bagi dunia. Jika terlalu inward looking malah berpotensi melahirkan konflik,” ungkap Hasto.

Menurut Hasto, dalam konsepsi Soekarno, tugas pertahanan negara bukan untuk menganggap rakyat sebagai ancaman. Jadi fungsi teritorial ke dalam harus dikurangi, karena bisa mengancam demokrasi. TNI juga berperan penting untuk memperkuat kemampuan riset dan teknologi pertahanan serta membaca potensi ancaman dari luar negeri melalui pendekatan geopolitik yang lebih luas.

“Padahal dalam konsepsi Bung Karno yang namanya TNI Angkatan Darat, tugasnya adalah untuk menguasai riset, menguasai teknologi pertahanan, untuk melihat teritorial pihak negara-negara lain yang berpotensi menjadi ancaman kita, bukan untuk ke dalam dengan menganggap rakyat sebagai ancaman, bukan itu. Maka Bung Karno merancang pertahanan atas cara pandang geopolitik,” kata Hasto.

Hal itu disampaikan Hasto saat memberikan kuliah umum bertajuk ‘Pemikiran Geopolitik Bung Karno, dalam rangka Ulang Tahun Universitas Bung Karno ke-27’, di Aula Ir. Soekarno, UBK, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Hadir dalam kesempatan itu, Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Puti Guntur Soekarno, Romy Soekarno, Once Mekel dan Sofyan Tan. Lalu, Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS) Muhammad Marhaendra Putra serta civitas UBK.