FAKTANASIONAL.NET – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mengakselerasi perluasan jaringan kereta api nasional demi memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus menekan biaya logistik nasional.
Proyek strategis ini diarahkan untuk menghadirkan moda transportasi massal yang aman, andal, serta ramah lingkungan di berbagai pulau besar Indonesia.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menjelaskan bahwa penguatan infrastruktur rel ini memiliki dampak ganda bagi perekonomian.
Selain mempermudah pergerakan masyarakat, perluasan jalur kereta api menjadi instrumen penting untuk mengurangi beban angkutan di jalan raya yang kerap memicu kemacetan dan mempercepat kerusakan jalan.
“Pengembangan jaringan kereta api nasional bukan sekadar pembangunan infrastruktur transportasi, tetapi juga upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksesibilitas yang lebih baik, biaya logistik yang lebih efisien, serta peluang ekonomi yang semakin terbuka di berbagai daerah,” ujar Dudy Purwagandhi dalam keterangan resminya, Jumat (12/6).
Respons publik terhadap peningkatan layanan rel ini tercatat sangat positif. Kemenhub mencatatkan pertumbuhan jumlah penumpang sebesar 8,8 persen, di mana angka keterangkutan melonjak dari 500,5 juta penumpang pada tahun 2024 menjadi hampir 550 juta penumpang pada akhir tahun 2025.
Pemetaan Karakteristik Jalur di Luar Jawa
Hingga saat ini, total panjang jaringan kereta api aktif di Indonesia telah menyentuh angka 6.927 kilometer yang membentang di Jawa, Sumatera, Sulawesi, hingga Papua.
Dalam rencana jangka panjang, Kemenhub membidik target ambisius untuk memperluas total panjang rel hingga mencapai 10.524 kilometer, termasuk mengintegrasikannya dengan jaringan komuter perkotaan.
Baca Juga: Menuntut Tanggung Jawab Korlantas Polri, KAI, KAI Commuter, dan Kemenhub
Strategi pembangunan akan disesuaikan dengan keunggulan komoditas dan karakteristik wilayah masing-masing daerah. Untuk wilayah Sumatera, prioritas diarahkan pada penguatan angkutan barang dan konektivitas warga melalui megaproyek Trans Sumatera.
Sementara di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, pembangunan rel difokuskan untuk memperlancar distribusi komoditas unggulan daerah, salah satunya melanjutkan proyek Kereta Api Makassar-Parepare.
Khusus untuk Pulau Jawa, fokus utama Kemenhub bergeser pada peningkatan kapasitas komuter kota, elektrifikasi jalur, serta ekspansi jaringan kereta api semi cepat dan kereta cepat. Pemerintah juga mulai melirik potensi non-penumpang untuk mendongkrak pendapatan sektor ini.











