BLITAR, FAKTANASIONAL.NET – Setelah meresmikan renovasi Istana Gebang dan patung Bung Karno di Blitar, Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan pidato tanpa teks yang menyentuh langsung persoalan riil rakyat: kenaikan harga barang.
Megawati menyontohkan khususnya cabai yang dilaporkan mencapai Rp180.000 per kilogram di sejumlah daerah. Di hadapan ribuan kader dan simpatisan yang memadati halaman Istana Gebang, Senin (15/6/2026), Megawati mengakui bahwa harga kebutuhan pokok sedang melonjak.
Ia bahkan berdialog langsung dan meminta audiens menyebutkan harga cabai di wilayah masing-masing.
“Harga-harga di sini udah pada naik apa belum? (Audiens: Naik!) Cabe harganya berapa? Seratus ribu? Enam puluh ribu? Di daerah timur saya dapat laporan cabe itu harganya Rp180.000. Wes ora usah mangan lombok (sudah tidak usah makan cabai) wes ora usah. Atau apa? Bikin gerakan menanam cabe di rumah sendiri,” ujar Megawati.
Namun, ia mengingatkan bahwa dalam menyampaikan keluhan terkait kebijakan ekonomi, masyarakat dan kader partai harus memahami tata cara serta etika dalam sistem hukum tata negara, terutama karena PDI Perjuangan saat ini berada di luar pemerintahan.
“Saya tahu harga udah pada naik. Tapi saya juga tahu tata cara. Saya tidak ada dalam pemerintahan. Ya saya akan menyampaikan, tapi menyampaikannya ke siapa? Yaitu ke DPR dari fraksi PDI Perjuangan. Gitu lho. Itu apa namanya? Itu tata cara, itu apa namanya? Etika dan moral,” tegasnya.
Di sisi lain, Megawati juga menyoroti dinamika demokrasi hari ini, termasuk aksi penyampaian pendapat oleh mahasiswa seperti yang dilakukan BEM UI. Alih-alih mempersoalkan gerakan mahasiswa, Megawati justru menyentil pengawalan ketat aparat keamanan dan mengajak seluruh elemen bangsa untuk meneladani keberanian mahasiswa dalam bersikap teguh tanpa rasa takut di negara demokrasi.
“Kemarin saya lihat BEM UI itu demo. Wah, kok saya tuh mikir ‘ini sopo toh yo?’ Ya apa boleh buat, polisinya toh, lalu Angkatan Daratnya. Terus saya tuh mikirnya begini… Mahasiswa itu masuk tidak sebagai warga negara Indonesia? Masuk! Itu menunjukkan apa? Hati kalian itu tidak teguh! Jadi mestinya jangan takut. Kalau iya ya iya, kalau tidak ya tidak. Nah saya berani ngomong gini, terus saya mau ditangkap? Ayo! Mana di sini ada polisi? Panggil sini!” cetus Megawati.
Ia menekankan pentingnya mentalitas merdeka yang harus dimiliki warga negara.
