Pemerintah kini tengah merampungkan seluruh regulasi hukum pendukung agar transisi massal ini bisa dieksekusi secara serentak di berbagai wilayah sektor industri. Direktur Jenderal EBTKE, Eniya Listiani Dewi, memaparkan bahwa lompatan ke program B50 ini diproyeksikan mampu mendongkrak ketahanan ekonomi makro secara masif hingga akhir Desember 2026.
Angka penghematan devisa negara diperkirakan menembus Rp157,28 triliun disertai lonjakan nilai tambah serapan domestik CPO sebesar Rp24,68 triliun.
Guna mendukung kebijakan ini, pemerintah menaikkan target kuota distribusi alokasi biodiesel nasional tahun 2026 menjadi 17,60 juta kiloliter (KL) dari proyeksi awal sebesar 15,64 juta KL.
Kendati volume distribusi meningkat, skema pemberian insentif dipastikan tidak berubah. Dukungan dana insentif dari pemerintah akan difokuskan khusus bagi sektor Public Service Obligation (PSO) atau pelayanan publik modal transportasi umum, sementara untuk pemenuhan kebutuhan sektor non-PSO akan disesuaikan secara mandiri mengikuti dinamika mekanisme harga pasar terbuka.[dit]







