Garap Pasar B2B, Grab For Business Luncurkan Fitur Corporate Dine Out untuk Pangkas Reimbursement Kantor

Fitur ini resmi diluncurkan untuk mempermudah tata kelola anggaran jamuan bisnis korporasi./Dok. Grab

FAKTANASIONAL.NET – Sistem Corporate Dine Out ini dirancang terintegrasi secara penuh dengan metode pembayaran perusahaan melalui skema corporate billing. Lewat ekosistem digital ini, para karyawan tidak perlu lagi menggunakan dana pribadi untuk menalangi biaya makan dan terjebak dalam kerumitan proses pengajuan klaim pengembalian dana (reimbursement) secara manual.

Di sisi lain, tim finansial perusahaan mendapatkan kemudahan penuh untuk memantau sekaligus mengontrol setiap pos pengeluaran secara transparan dan efisien melalui portal dasbor Grab For Business.

Director of Commercial Grab Indonesia, Roy Nugroho, menjelaskan bahwa Corporate Dine Out hadir sebagai jawaban untuk menyederhanakan rantai proses administrasi konvensional yang selama ini menyita banyak waktu kerja.

Melalui solusi komprehensif ini, perusahaan dapat menikmati kemudahan dalam hal mekanisasi pembayaran, dokumentasi transaksi yang akuntabel, serta kontrol pengeluaran dengan sistem pencatatan aktivitas secara real-time.

Baca Juga: Bertemu Emmanuel Macron di Paris, Presiden Prabowo Sambut Baik Pembentukan Forum Bisnis Prancis-Indonesia

Menurut Roy, dampak positif dari efisiensi ini akan langsung dirasakan oleh kedua belah pihak. Karyawan kini dapat mengalihkan fokus dan energi mereka pada aktivitas bisnis yang jauh lebih produktif tanpa dibebani urusan piutang kantor.

Sementara itu, jajaran manajemen keuangan mendapatkan visibilitas anggaran yang jauh lebih bersih dengan beban kerja administratif yang terpangkas signifikan.

Ekspansi Agresif ke Segmen Pasar Korporasi

Langkah strategis peluncuran Corporate Dine Out ini merupakan bentuk adaptasi dari kesuksesan fitur Grab Dine Out di segmen konsumen retail atau business-to-consumer (B2C). Sepanjang tahun 2025, volume transaksi konsumen pada fitur Grab Dine Out mencatatkan lonjakan performa yang sangat impresif hingga mencapai 150 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Berangkat dari sinyal positif pasar tersebut, Grab meluaskan jangkauan layanannya ke ranah business-to-business (B2B) dengan menyematkan kapabilitas yang telah disesuaikan dengan regulasi internal korporasi.

Secara teknis, penggunaan fitur ini di lapangan terhitung sangat praktis. Saat berada di restoran mitra, karyawan hanya perlu memasukkan daftar rekan atau klien yang hadir, mengunggah foto setruk fisik sebagai bukti resmi penunjang audit, dan melakukan pembayaran instan menggunakan akun Corporate Billing melalui menu Work Profile di aplikasi Grab.

Seluruh histori transaksi tersebut secara otomatis akan langsung teronsolidasi ke dalam portal utama perusahaan.

Guna mencegah terjadinya pembengkakan biaya, korporasi juga diberikan wewenang penuh untuk menetapkan batasan atau limitasi nilai transaksi.

Limitasi anggaran ini dapat dikonfigurasi secara fleksibel berdasarkan nama karyawan, struktur departemen, hingga jenis penugasan tertentu, sehingga manajemen dapat memitigasi risiko kerugian akibat pengeluaran di luar rencana.