Jadi Pembuktian Prestasi Non-Akademik, Kejurnas Cheerleading 2026 Kian Dilirik Sekolah

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Cheerleading Indonesia 2026 yang berlangsung pada 20–21 Juni 2026 di GOR Bang Yan, Bekasi, Jawa barat/Dok. Ist

Alicia Kudrin Rani, atlet Tim Blizzard SMAN 2 Bekasi, mengaku keikutsertaannya dalam Kejurnas memberikan banyak pelajaran berharga.

“Ajang ini bukan hanya kesempatan untuk berkompetisi, tetapi juga tempat untuk belajar dan berkembang bersama tim. Kami belajar disiplin, tanggung jawab, saling percaya, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama,” ujarnya.

Alicia yang sebelumnya pernah tampil pada kompetisi internasional bersama timnya mengatakan pengalaman tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan.

“Tentu saya ingin bisa kembali tampil di tingkat internasional. Itu menjadi salah satu impian kami sebagai atlet. Tetapi yang paling penting saat ini adalah memberikan penampilan terbaik dan menunjukkan hasil latihan yang sudah kami jalani,” katanya.

Hal senada disampaikan Felisa Sarabini Santoso dari Tim Patriot SMA Negeri 12 Bekasi. Bagi tim yang baru pertama kali mengikuti Kejurnas tersebut, pengalaman tampil di level nasional menjadi pencapaian tersendiri.

“Kami belajar banyak dari proses latihan dan kompetisi ini. Cheerleading mengajarkan kami bagaimana bekerja sama, menjaga disiplin, dan tetap percaya diri meskipun berada di bawah tekanan pertandingan,” ujarnya.

Peluang Menuju Kompetisi Internasional

Ketua Panitia Kejurnas Cheerleading Indonesia 2026, Aga Fahlevi, mengatakan bahwa Kejurnas merupakan bagian penting dalam sistem pembinaan atlet nasional.

“Kejurnas menjadi ajang pembuktian kemampuan atlet sekaligus sarana evaluasi pembinaan di daerah. Kami melihat kualitas atlet terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aga menjelaskan bahwa Kejurnas juga membuka peluang lebih besar bagi atlet Indonesia untuk melangkah ke panggung dunia.

“Ke depan, para atlet maupun tim yang menjadi juara di Kejuaraan Nasional berpeluang ditunjuk oleh federasi untuk mewakili Indonesia pada berbagai ajang kompetisi internasional. Karena itu Kejurnas menjadi momentum penting bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya,” tegas Aga.

Dukungan KONI untuk Pembinaan Prestasi

Kehadiran perwakilan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dalam pembukaan Kejurnas menjadi sinyal positif bagi perkembangan cheerleading sebagai cabang olahraga prestasi.

Deputi II Sekretaris Jenderal KONI Pusat, M. Othniel Mamahit, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Kejurnas yang dinilai berperan penting dalam pembinaan atlet muda Indonesia.

“Melalui ajang seperti ini, para atlet memperoleh pengalaman bertanding yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan dan mental kompetisi. Kami berharap akan lahir prestasi-prestasi baru yang mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional,” ujarnya.

FCSI berharap Kejurnas Cheerleading Indonesia 2026 menjadi momentum untuk memperluas pengembangan cheerleading ke lebih banyak daerah di Indonesia, sekaligus memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini.

Dengan sistem kompetisi berjenjang dari tingkat daerah, nasional hingga internasional, cheerleading diharapkan semakin menjadi pilihan olahraga prestasi yang mampu melahirkan generasi muda Indonesia yang sehat, disiplin, berkarakter, dan berdaya saing global.[sah]