Tujuh Cabang Lomba Utama Ramaikan Penyelenggaraan MTQ Kota Pontianak Tahun Ini

Wali Kota Pontianak resmi membuka pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran tingkat kota dengan harapan menghasilkan peserta berkualitas nasional. (Dok. HO/Faktanasional)

PONTIANAK, FAKTANASIONAL.NET – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono secara resmi membuka penyelenggaraan MTQ Kota Pontianak ke-34 di Taman Alun Kapuas pada Jumat (19/6/2026) malam.

Pembukaan acara keagamaan tingkat kota ini diikuti oleh 269 peserta yang merupakan utusan terbaik dari enam wilayah kecamatan se-Kota Pontianak.

Kepala daerah tersebut menargetkan kualitas seluruh peserta lomba mampu mencapai nilai tinggi agar bisa bersaing menembus standar juara tingkat nasional.

“Kalau bisa nilainya di atas 97, karena itu standar yang bisa bersaing di tingkat nasional. Kita ingin qari dan qariah Kota Pontianak mampu membawa nama harum tidak hanya di tingkat kota, tetapi juga provinsi, nasional, bahkan internasional,” ungkapnya.

Edi berpesan secara khusus kepada jajaran dewan hakim dan pengawas agar terus menjaga objektivitas serta kualitas penilaian lomba di lapangan.

Ajang kompetisi ini dinilai sebagai tolak ukur penting bagi pemerintah daerah dalam mempersiapkan peserta menuju MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

“Bukan hanya mengejar juara umum, tetapi bagaimana kualitas peserta kita benar-benar mampu membawa nama harum Kota Pontianak dan Kalimantan Barat,” jelasnya.

Wali Kota menilai kegiatan MTQ Kota Pontianak ini memiliki dampak positif yang sangat luas untuk memperkuat nilai sosial di tengah masyarakat.

Pemerintah daerah menyadari bahwa peran tokoh agama dan seluruh elemen warga sangat dibutuhkan untuk berkolaborasi menangani berbagai tantangan sosial kemasyarakatan.

“Kita harus bersama-sama berkolaborasi dan bersinergi untuk menciptakan Kota Pontianak yang aman, damai, harmonis dan toleran,” ucapnya.

Masyarakat diharapkan dapat merasakan gema penyelenggaraan kompetisi ini dengan terus memahami dan mengamalkan nilai kandungan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan kita, MTQ ini bisa meningkatkan ukhuwah Islamiah dan tali silaturahmi. Yang paling penting, bagaimana Al-Quran menjadi pedoman hidup masyarakat Kota Pontianak,” ujarnya.

Ketua Panitia MTQ Kota Pontianak Yusnaldi menjelaskan bahwa perlombaan ini akan dilaksanakan selama lima hari berturut-turut hingga 23 Juni 2026.

Lokasi pelaksanaan kompetisi dipusatkan di mimbar utama Taman Alun Kapuas serta beberapa aula di kawasan Kantor Wali Kota Pontianak.

Pihak panitia penyelenggara secara resmi menetapkan tujuh cabang perlombaan utama yang akan diikuti oleh para perwakilan dari setiap kecamatan.

Tujuh cabang kompetisi tersebut meliputi Tilawah, Qiraat Sab’ah, Hifzil Quran, Syarhil Quran, Fahmil Quran, Khattil Quran, dan Karya Tulis Ilmiah Hadis.

Pelaksanaan acara keagamaan ini sangat diharapkan mampu mengembangkan budaya literasi sekaligus memperkuat karakter religius dalam kehidupan sosial bermasyarakat daerah.

“Melalui MTQ ini, kita ingin budaya literasi dan dakwah Qurani semakin tumbuh di masyarakat. Nilai-nilai Al-Quran diharapkan tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.

(*Red)

Exit mobile version