Otoritas Lebanon menyebut jumlah korban jiwa telah mencapai sedikitnya 20 orang, sementara sejumlah warga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Meski demikian, Amerika Serikat membantah adanya penutupan Selat Hormuz. Komando Pusat AS (CENTCOM) menegaskan jalur pelayaran internasional tersebut masih beroperasi normal.
Juru bicara CENTCOM, Kapten Angkatan Laut Tim Hawkins, menyatakan Iran tidak memiliki kendali atas Selat Hormuz dan lalu lintas maritim tetap berlangsung tanpa gangguan.
Presiden Donald Trump turut memberikan tanggapan melalui platform Truth Social.
Ia mengisyaratkan kemungkinan penerapan biaya bagi kapal yang melintas apabila kesepakatan sementara antara Washington dan Teheran gagal berkembang menjadi perjanjian permanen dalam 60 hari.
Perbedaan pernyataan kedua negara tersebut menambah ketidakpastian menjelang putaran baru negosiasi yang diharapkan mampu meredakan ketegangan di Timur Tengah.[dit]
