Secara terpisah, Ketua Parlemen Iran sekaligus salah satu tokoh negosiasi, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap berada di bawah pengelolaan Iran sesuai ketentuan hukum internasional.
Dalam pernyataannya setelah kembali dari pertemuan di kawasan Burgenstock, Swiss, Ghalibaf menyebut pembicaraan menghasilkan kemajuan positif, terutama terkait isu Selat Hormuz, Lebanon, pengecualian ekspor minyak, serta pencairan dana Iran yang sebelumnya dibekukan.
Di sisi lain, Amerika Serikat dilaporkan memberikan penangguhan sementara terhadap sejumlah sanksi minyak Iran setelah muncul komitmen terkait kembalinya inspektur nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa ke negara tersebut.
Meski demikian, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa Teheran tidak melakukan negosiasi mengenai program nuklirnya dan tidak menerima komitmen baru dalam pertemuan tersebut.
Ia memastikan kerja sama Iran dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tetap berjalan sesuai prosedur yang berlaku serta keputusan otoritas nasional Iran.
Perkembangan ini menjadi tahap awal dari proses diplomasi yang diperkirakan masih akan berlangsung panjang sebelum menghasilkan kesepakatan yang lebih komprehensif antara kedua negara.[dit]











