FAKTANASIONAL.NET – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah lebih dari 100 penasihat militer Amerika Serikat (AS) diklaim berada di Arab Saudi untuk membantu kerajaan tersebut menghadapi kelompok Houthi di Yaman.
Para personel AS disebut memberikan dukungan intelijen dan penargetan kepada militer Saudi.
Namun, keterlibatan mereka memiliki batasan: pasukan AS tidak ikut melakukan serangan secara langsung terhadap Houthi.
Dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (11/9/2026), salah satu pejabat AS menyebut jumlah personel yang terlibat dalam komando pasukan gabungan yang baru dibentuk mencapai sekitar 200 tentara.
Komando tersebut dibentuk dalam beberapa pekan terakhir ketika intensitas pertempuran antara Arab Saudi dan Houthi meningkat.
Washington juga melihat indikasi Iran memperbesar dukungannya kepada Houthi untuk melakukan serangan terhadap Arab Saudi.
Dalam kerja sama tersebut, AS membantu Saudi menggunakan perangkat penargetan yang memungkinkan perwira militer memantau kondisi medan perang secara real-time.
Salah satu pejabat AS membandingkan kemampuan itu dengan sistem Maven milik Pentagon.
Selain itu, AS disebut memberikan dukungan penargetan geospasial untuk membantu operasi Saudi terhadap Houthi.











