FAKTANASIONAL.NET – Ketegangan India dan Pakistan kembali meningkat. Kali ini, persoalan bukan hanya berkaitan dengan Kashmir atau kekuatan militer, tetapi menyentuh sumber daya vital: air Sungai Indus.
India memutuskan menangguhkan Perjanjian Air Indus (Indus Water Treaty/IWT) setelah serangan teror di Pahalgam, Kashmir, pada April 2025. Keputusan tersebut kemudian diikuti rentetan pernyataan keras dari sejumlah pejabat Pakistan.
Dikutip dari CNN Indonesia pada 7 September 2026, eskalasi bahkan merambah isu nuklir. Ketua Partai Rakyat Pakistan Bilawal Bhutto-Zardari pernah mengatakan, “Indus adalah milik kita… entah air kita akan mengalir melaluinya, atau darah [India] mereka.”
Ancaman juga datang dari Dirjen ISPR Letjen Ahmed Sharif Chaudhry yang memperingatkan akan “menghentikan napas” India jika aliran air diblokir. Sementara itu, Kepala Angkatan Pertahanan Pakistan Marsekal Lapangan Asim Munir sesumbar dapat menghancurkan bendungan India dengan “10 rudal.”
Eks perwira angkatan bersenjata India, Nilesh Kunwar, menilai ancaman tersebut perlu diperhatikan karena Pakistan tidak memiliki kebijakan no first use nuklir seperti India.
Menurut Kunwar, ancaman Munir lebih merupakan upaya membangun citra keras tanpa benar-benar mengambil risiko. Ia menyebutnya sebagai “upaya memperkuat fasad alpha male tanpa perlu mengambil risiko untuk benar-benar membuktikannya.”











