BI Ungkap Tiga Dampak Penutupan Selat Hormuz bagi Indonesia

Selat Hormuz(instagram)

FAKTANASIONAL.NET – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap potensi penutupan Selat Hormuz dinilai dapat memberikan dampak luas bagi perekonomian Indonesia.

Bank Indonesia (BI) mengidentifikasi sedikitnya tiga jalur transmisi yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi nasional, mulai dari lonjakan harga komoditas hingga gangguan perdagangan global.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menjelaskan gejolak di Timur Tengah akan langsung berdampak pada jalur komoditas, terutama energi.

Menurutnya, ketidakpastian di kawasan tersebut mendorong kenaikan harga minyak dunia yang kemudian berimbas pada peningkatan biaya energi di berbagai negara.

Destry mengatakan dampak tersebut turut dirasakan Indonesia, tercermin dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi itu berpotensi meningkatkan tekanan inflasi, sebagaimana telah terjadi di sejumlah negara lain yang lebih dahulu menghadapi lonjakan harga energi.

Meski harga minyak mengalami kenaikan, Destry melihat adanya peluang bagi Indonesia melalui penguatan harga komoditas lain, seperti batu bara dan minyak kelapa sawit mentah (CPO).