FAKTANASIONAL.NET – Praktik judi online (judol) tidak hanya membahayakan para pemainnya, tetapi juga menyeret pihak lain yang ikut mempromosikan platform ilegal tersebut.
Iming-iming bayaran besar untuk memasang iklan maupun menjadi influencer kerap menjadi pintu masuk yang berujung pada berbagai persoalan.
Selain berpotensi terseret persoalan hukum, individu maupun media yang terlibat dalam promosi judi online juga menghadapi ancaman terhadap reputasi.
Tidak sedikit pihak yang mengaku mengalami tekanan hingga gangguan digital ketika mencoba menghentikan kerja sama atau menolak permintaan dari jaringan perjudian daring.
Aktivitas kelompok judi online sendiri dikenal memiliki jaringan yang luas dan memanfaatkan berbagai cara untuk memperluas jangkauan, mulai dari media sosial, situs web, hingga iklan digital.
