FAKTANASIONAL.NET – Ahli psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel, menilai dugaan intimidasi berakibat meninggal dunia dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni (dr. Icha) perlu disikapi secara hati-hati.
Walaupun, ucapan yang dilontarkan kepada korban bisa mempengaruhi tindakan hukum pidana, tapi pembuktian hubungan peristiwa dengan keputusan korban tidak mudah.
“Ini peristiwa yang menyedihkan. Memilukan hati. Orang yang menyampaikan perkataan tidak baik memang bisa dipidana. KUHP, UU Tenaga Kesehatan, dan UU Kesehatan memuat pasal-pasal pidana yang relevan,” katanya kepada wartawan pada Selasa (30/6/2026).
Keputusan bunuh diri merupakan peristiwa yang sangat kompleks, karena itu membangun konstruksi pidana dalam kasus tersebut membutuhkan pembuktian yang mendalam.
Hal ini tidak dapat dipandang sebagai akibat dari satu peristiwa semata, sebab beragam faktor yang perlu ditelusuri untuk memahami kondisi korban sebelum mengambil keputusan tersebut.
Reza Indragiri Amriel menilai sedikitnya empat aspek yang perlu dikaji yakni pertama, persepsi korban terhadap situasi yang dihadapi. Kedua, kemampuan mengatur suasana hati dan mengendalikan stres.
Ketiga, pola pengelolaan dorongan agresif, baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. Lalu keempat, pola belajar dan kemampuan memecahkan masalah.
“Pemahaman akan faktor kedua hingga keempat itu memerlukan cermatan dari waktu ke waktu yang tidak sebentar,” ujarnya.
Kajian ini menjadi semakin penting mengingat profesi dokter memiliki tingkat tekanan kerja yang tinggi. Selain rentan mengalami kelelahan mental, dunia kedokteran juga pernah diwarnai berbagai kasus perundungan terhadap dokter muda.
“Ini semakin relevan karena, dalam keseharian kerjanya, mereka yang bekerja sebagai dokter rentan mengalami stres dan keletihan psikis (burnout) juga dari insiden-insiden bunuh diri terdahulu, terpotret situasi perundungan oleh dokter senior terhadap junior,” ujarnya.
Reza Indragiri Amriel juga menilai masih ada kecenderungan di kalangan tenaga medis untuk menutupi persoalan psikologis yang dialami.









