FAKTANASIONAL.NET – Bencana kebakaran hutan dan lahan kembali menjadi ancaman serius bagi kelestarian lingkungan serta stabilitas udara di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.
Data pantauan udara terbaru hingga Selasa (30/6/2026) pagi menunjukkan bahwa petugas gabungan masih menemukan kemunculan sejumlah titik api aktif di berbagai batas kabupaten.
Otoritas penanggulangan bencana mencatat terdapat enam titik api yang tersebar merata di wilayah daratan tiga wilayah administratif tingkat pemerintahan kabupaten.
Sebaran titik panas penyumbang bencana karhutla di Sumatera Selatan tersebut secara spesifik meliputi dua titik di Kabupaten Banyuasin dan dua titik di Kabupaten Ogan Ilir.
Selain kawasan tersebut petugas pemantau satelit juga mendeteksi keberadaan dua titik api tambahan yang berada tepat di kawasan daratan Kabupaten Muara Enim.
Akumulasi pencatatan dari tanggal 1 Januari hingga penghujung bulan Juni tahun ini menunjukkan pola peningkatan skala kerusakan lahan hijau yang cukup mengkhawatirkan.
Total luasan area yang dilaporkan telah hangus terbakar akibat serangkaian kasus karhutla di Sumatera Selatan mencapai luasan absolut sebesar 305,39 hektare.
Angka kerusakan hamparan lahan gambut dan kawasan mineral tersebut merupakan akumulasi dari 210 kejadian kebakaran yang berhasil dicatat secara resmi oleh pihak pemerintah.
Merespons eskalasi ancaman tersebut tim satuan tugas gabungan daerah terus berupaya melakukan penyekatan titik sebaran api agar tidak merembet jauh ke area permukiman.
Proses pengendalian kobaran api di lapangan dilakukan melalui dua skema utama yakni pergerakan personel pemadam di jalur darat dan operasi penggempuran massal jalur udara.
Armada helikopter pembawa kantong air terus dikerahkan melintasi lokasi titik panas untuk melakukan teknik penjatuhan bom air secara intensif dan berkelanjutan.
Pada hari yang sama insiden amukan si jago merah skala perdesaan juga dilaporkan menghanguskan area permukiman warga sipil di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan.
Amukan api hebat tersebut tepatnya terjadi di salah satu kawasan padat penduduk pada wilayah Desa Pingaran Ilir Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar.
Penyelidikan tahap awal dari personel kepolisian dan dinas pemadam kebakaran menduga kuat bahwa percikan api pertama berasal dari insiden korsleting arus listrik.
Hasil pendataan cepat dari aparat di lokasi kejadian mencatat setidaknya lima unit bangunan tempat tinggal warga mengalami kerusakan kategori sangat berat.
Aparat setempat memastikan bahwa kobaran api dari kawasan permukiman tersebut telah berhasil dijinakkan secara total sehingga situasi di perkampungan warga kembali kondusif.
(*Red)










