Masuki Puncak Kemarau Juli 2026, BMKG Sebut Sejumlah Wilayah Masih Berpotensi Hujan

BMKG memprediksi puncak kemarau terluas di tanah air akan terjadi pada Agustus mendatang./Dok. BMKG
  • Gelombang Kelvin: Bergerak ke arah timur dan diprediksi aktif di Sumatra bagian utara, sebagian Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, serta Pesisir Utara Sulawesi.

  • Gelombang Rossby Ekuatorial: Bergerak ke arah barat dan aktif di Kalimantan Utara, pesisir utara Sulawesi, pesisir utara Maluku dan Papua, Aceh, Sumatra Utara, sebagian Jawa bagian barat, serta pesisir utara Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Baca Juga: Banjir di Kubu Raya Rendam Ratusan Rumah Akibat Hujan Deras Berkepanjangan

  • Kombinasi MJO dan Gelombang Kelvin: Terdeteksi aktif di perairan utara Aceh, Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Riau.

“Peluang hujan di tengah meluasnya musim kemarau juga dipengaruhi oleh adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Sumatra Barat dan di Samudra Pasifik utara Papua,” terang BMKG.

Selain itu, tingkat labilitas atmosfer lokal di sejumlah wilayah terpantau masih cukup tinggi untuk mendukung proses konveksi (pembentukan awan hujan), terutama di wilayah Sumatra Utara, Jambi, seluruh pulau Kalimantan, Sulawesi Tengah, Maluku, hingga dataran Papua.

Menurut BMKG, perpaduan faktor-faktor inilah yang membuat intensitas hujan masih berpotensi mengguyur beberapa wilayah, walau secara garis besar Indonesia sudah bergeser ke musim kering.

Agustus Jadi Puncak Kemarau Terluas

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan bijak dalam mengelola sumber daya air. Pasalnya, cakupan wilayah yang terdampak kekeringan diprediksi akan melonjak drastis pada bulan berikutnya.

BMKG memproyeksikan bahwa puncak musim kemarau paling luas di Indonesia baru akan terjadi pada Agustus 2026. Pada periode tersebut, kemarau akan mencakup 369 Zona Musim (ZOM) atau mengeringkan hampir separuh luas daratan Indonesia (48,84 persen).

Sementara itu, sebanyak 169 ZOM atau 25,41 persen wilayah lainnya diprediksi baru akan mencapai puncak musim kemarau pada September mendatang.

Baca Juga: Ratusan Ribu Warga Terdampak Bencana Kekeringan di Indonesia akibat Musim Kemarau